RadarBangkalan.id - Siapa sih yang tidak ingin sehat dan awet muda? Banyak orang mengira bahwa diet tinggi protein adalah kunci untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan.
Tapi, tahukah kamu bahwa pola makan ini bisa jadi 'bumerang' untuk kesehatanmu? Yuk, kita bahas lebih lanjut!
Menurut Dr. Suzanne J Ferree, seorang ahli kedokteran keluarga dan anti-penuaan, penting banget untuk mendapatkan asupan protein yang cukup seiring bertambahnya usia.
"Orang sering berpikir kita harus mengurangi makanan tinggi protein saat usia semakin tua. Namun, penelitian menunjukkan sebaliknya! Justru orang yang berusia di atas 50 tahun membutuhkan lebih banyak protein," ungkap Ferree.
Seiring bertambahnya usia, tubuh kita kehilangan otot, sehingga kebutuhan akan protein meningkat. Namun, banyak orang yang mengonsumsi protein lebih banyak dari yang sebenarnya mereka butuhkan, terutama dari sumber yang tidak begitu sehat.
Jenis-jenis Protein
Ada dua jenis protein yang perlu kamu ketahui: protein hewani dan protein nabati. Penelitian menunjukkan bahwa protein nabati jauh lebih sehat dibandingkan protein hewani. Sayangnya, orang Amerika lebih banyak mengonsumsi protein hewani.
"Kebanyakan orang percaya semakin banyak protein yang mereka konsumsi, semakin sehat mereka. Ini mendorong mereka untuk mengonsumsi terlalu banyak produk hewani seperti daging, susu, dan telur." ujar Dr. Monisha Bhanote, seorang dokter bersertifikat dan ahli umur panjang.
Tahukah kamu bahwa rata-rata orang Amerika mengonsumsi sekitar 100 gram protein per hari?
Itu dua kali lipat dari jumlah yang direkomendasikan! Laporan dari Dietary Guidelines for Americans menyebutkan bahwa 75 persen orang Amerika memenuhi atau bahkan melampaui rekomendasi untuk daging, unggas, dan telur. Menurut Bhanote, inilah yang bisa memperpendek umur kita.
"Konsumsi protein hewani yang berlebihan bisa mempercepat proses penuaan dan merusak kesehatan sel, yang sebenarnya bertentangan dengan kepercayaan umum," tambahnya.
Apa Sih yang Menyebabkan Efek Buruk Ini?
Ada dua senyawa berbahaya yang perlu kita waspadai: produk akhir glikasi lanjutan (AGEs) dan trimetilamina N-oksida (TMAO).
- AGEs terbentuk ketika protein atau lemak bercampur dengan gula dalam aliran darah. Makanan berbasis hewani, terutama yang dipanggang atau digoreng, mengandung AGE dalam jumlah tinggi. Seiring waktu, senyawa ini dapat menyebabkan stres oksidatif dan peradangan, yang merupakan faktor pendorong utama penuaan sel.
- TMAO, di sisi lain, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke. TMAO meningkatkan penumpukan kolesterol di arteri dan mengganggu kemampuan tubuh untuk mengeluarkannya, yang berisiko bagi kesehatan jantung kita.
Jadi, sebelum kamu menambah asupan protein dari sumber hewani, ada baiknya mempertimbangkan kebutuhan tubuhmu yang semakin bertambah seiring usia.
Mengalihkan fokus ke protein nabati bisa jadi pilihan yang lebih sehat untuk menjaga kesehatan dan umur panjang. Yuk, mulai pola makan yang lebih seimbang dan sehat! ***
Editor : Azril Arham