RadarBangkalan.id - Beberapa buah ternyata bisa berinteraksi dengan obat-obatan yang kita konsumsi, membuat obat tersebut tidak bekerja secara efektif, atau bahkan meningkatkan kadar obat dalam darah hingga memicu efek samping yang berbahaya.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui buah-buahan apa saja yang sebaiknya dihindari saat sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Berikut adalah beberapa buah yang dapat mempengaruhi kinerja obat di dalam tubuh, seperti jeruk bali, pisang, nanas, dan apel. Yuk, simak penjelasannya!
1. Jeruk Bali
Jeruk bali dikenal bisa mengganggu metabolisme obat di tubuh. Menurut informasi dari St. Luke's Health, buah ini dapat meningkatkan penyerapan obat ke dalam aliran darah, yang bisa mengakibatkan konsentrasi obat di tubuh melonjak. Efeknya? Risiko kerusakan hati dan otot jadi meningkat.
Obat-obatan yang paling terdampak jika dikonsumsi bersamaan dengan jeruk bali adalah statin, seperti atorvastatin, lovastatin, dan simvastatin.
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) juga menyarankan agar berhati-hati ketika mengonsumsi jeruk bali bersama obat anti-kecemasan atau kortikosteroid untuk penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.
2. Pisang
Pisang kaya akan kalium yang penting untuk fungsi sel jantung dan menjaga detak jantung tetap stabil. Namun, menurut laman GoodRx, kandungan kalium yang terlalu tinggi bisa menyebabkan detak jantung tidak teratur atau bahkan serangan jantung.
Beberapa obat seperti ARB (angiotensin II receptor blocker) dan ACE inhibitor yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah bisa meningkatkan kadar kalium dalam tubuh.
Selain itu, obat bebas seperti ibuprofen dan naproxen juga berpotensi meningkatkan kadar kalium.
Walaupun belum ada bukti yang kuat bahwa pisang harus dihindari sepenuhnya, tetap disarankan untuk memperhatikan konsumsi pisang dalam jumlah banyak ketika sedang minum obat tersebut.
3. Nanas
Menurut artikel dari *Live Strong*, nanas segar tidak boleh dikombinasikan dengan antibiotik seperti amoxilin atau tetracycline. Mengapa? Nanas dapat meningkatkan efek samping obat-obatan tersebut.
Hal ini dikarenakan nanas segar bisa meningkatkan penyerapan antibiotik dalam tubuh, sehingga meningkatkan jumlah obat yang beredar di aliran darah. Jadi, sebaiknya hindari makan nanas saat sedang mengonsumsi antibiotik ini.
4. Apel
Apel, terutama jus apel, dapat meningkatkan kadar gula darah. Menurut WebMD, mengonsumsi apel atau jus apel bersamaan dengan obat diabetes dapat mengurangi efektivitas obat tersebut.
Selain itu, jus apel juga bisa mengurangi efektivitas obat aliskiren (Tekturna), yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.
Jika obat ini tidak bekerja dengan baik, risiko mengalami stroke, penyakit jantung, atau gagal jantung bisa meningkat.
Tak hanya itu, jus apel juga mengurangi jumlah obat atenolol yang diserap tubuh, jadi pastikan memberi jeda minimal 4 jam antara minum obat ini dan konsumsi jus apel.
Makanan dan Minuman Lain yang Perlu Diwaspadai Setelah Minum Obat
Tidak hanya buah-buahan, ada juga makanan dan minuman lain yang bisa mempengaruhi kinerja obat. Berikut beberapa di antaranya:
1. Produk Susu
Jika kamu sedang mengonsumsi antibiotik jenis tetracycline atau siprofloksasin, sebaiknya hindari produk susu seperti susu, keju, atau yoghurt saat mengonsumsinya. Kandungan kalsium dalam produk susu bisa mengganggu penyerapan obat dan mengurangi efektivitasnya. Disarankan untuk mengonsumsi produk susu setidaknya dua jam setelah minum obat atau satu jam sebelumnya.
2. Sayuran Berdaun Hijau
Sayuran seperti bayam, brokoli, dan kangkung dapat mengurangi efektivitas obat antikoagulan seperti warfarin. Menurut Dr. Dima Qato dari Fakultas Farmasi di Universitas California Selatan, sayuran ini bisa menghambat kemampuan obat untuk mencegah pembekuan darah. Jika kamu mengonsumsi obat ini, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai asupan sayuran hijau.
3. Alkohol
Alkohol bisa berinteraksi dengan berbagai macam obat, dari antibiotik hingga pereda nyeri. Efek sampingnya bisa beragam, mulai dari yang ringan hingga sangat berbahaya. Pastikan untuk selalu berhati-hati saat mengonsumsi obat bersama alkohol. ***
Editor : Azril Arham