Radarbangkalan.id - Bagi para pendaki yang berencana untuk mendaki Gunung Arjuno-Welirang, disarankan untuk menunda rencana tersebut, jalur pendakian ini akan ditutup sementara mulai awal bulan November.
Menurut Kepala UPT Tahura R. Soerjo, Ahmad Wahyudi, semua jalur pendakian ke Arjuno dan Welirang akan ditutup karena beberapa alasan penting.
Salah satunya adalah masuknya musim hujan yang dapat meningkatkan risiko bagi para pendaki. Selain itu, penutupan ini bertujuan untuk pemulihan ekosistem di kawasan tersebut.
“Semua jalur pos pendakian untuk Arjuno dan Welirang akan kami tutup mulai November. Penutupan ini penting untuk pemulihan ekosistem dan karena musim hujan yang akan datang,” ungkapnya, seperti dikutip dari Radar Bromo.
Keputusan ini juga diambil untuk menjaga keamanan dan keselamatan pendaki, mengingat risiko yang lebih tinggi selama musim hujan, termasuk potensi terjadinya bencana alam.
“Kami ingin mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Penutupan ini akan berlangsung mulai November hingga waktu yang belum ditentukan,” tambahnya.
Gunung Arjuno, dengan ketinggian 3.339 mdpl, adalah gunung tertinggi kedua di Jawa Timur, sementara itu Gunung Welirang memiliki ketinggian 3.156 mdpl.
Secara administratif, Gunung Arjuno terletak di perbatasan antara Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan.
Terdapat empat jalur pendakian ke gunung ini, yaitu melalui Tretes dan Tambaksari di Kabupaten Pasuruan, Sumber Brantas di Kota Batu, dan jalur Lawang di Kabupaten Malang.
Gunung Arjuno bersebelahan dengan Gunung Welirang, termasuk juga Gunung Kembar I dan II.
Puncak Gunung Arjuno terletak dalam satu punggungan yang sama dengan puncak Gunung Welirang, sehingga keduanya dikenal sebagai kompleks Arjuno-Welirang. ***
Editor : Ajiv Ibrohim