Radarbangkalan.id - Kerja sama antara Rusia dan Korea Utara pada prinsipnya bukan hal baru. Pada bulan Juni lalu,
Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Pyongyang untuk menyepakati kemitraan keamanan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
Andrei Lankov, profesor di Universitas Kookmin di Seoul, mengungkapkan bahwa kerja sama ini menguntungkan Rusia.
“Semakin sedikit pria di Rusia yang bersedia direkrut untuk mempertaruhkan nyawa, semakin baik bagi pemerintah Rusia,” ujarnya.
Keuntungan lain bagi Rusia adalah biaya lebih murah untuk mengontrak tentara Korea Utara dibandingkan merekrut warga Rusia. Tentara Korea Utara juga dapat memperoleh teknologi militer yang lebih maju dari Rusia.
Meski demikian, sebagian pengamat meragukan apakah kolaborasi ini akan bertahan lama. Setelah perang di Ukraina berakhir,
hubungan Rusia dan Korea Utara diprediksi akan kembali ke tingkat sebelumnya, karena ketertarikan Moskwa pada Korea Utara bersifat sementara.
Baca Juga: Tom Lembong Ditetapkan Tersangka, Anies: Indonesia Bukan Negara Kekuasaan
Namun, dalam kondisi saat ini, Korea Utara berpotensi mendapatkan teknologi militer yang lebih canggih dari Rusia.