News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Korsel-AS Bersatu, 12 Ribu Tentara Korut Diminta Tinggalkan Rusia

Ubaidillah • Kamis, 31 Oktober 2024 | 23:29 WIB
Ilustrasi. Korsel-AS desak ribuan tentara Korut di Rusia angkat kaki. Foto: REUTERS/KCNA
Ilustrasi. Korsel-AS desak ribuan tentara Korut di Rusia angkat kaki. Foto: REUTERS/KCNA

Radarbangkalan.id - Amerika Serikat dan Korea Selatan mendesak Korea Utara agar menarik pasukannya dari Rusia, yang dikabarkan akan digunakan untuk berperang di Ukraina.

"Saya menyerukan kepada mereka [Korut] untuk menarik pasukan keluar dari Rusia," ujar Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, di Pentagon.

Baca Juga: Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik Baru yang Diklaim Dapat Jangkau Amerika Serikat

AS menyatakan akan terus bekerja sama dengan sekutu dan mitranya untuk mencegah Rusia menggunakan pasukan Korea Utara dalam konflik tersebut.

Namun, Kementerian Pertahanan AS menyebutkan adanya "kemungkinan besar" bahwa Moskow tetap akan melanjutkan rencana tersebut.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Yong Hyun, memperingatkan bahwa pengerahan pasukan Korea Utara ke Rusia bisa menambah ancaman keamanan di Semenanjung Korea.

Korea Selatan khawatir jika Pyongyang menerima transfer teknologi dari Rusia untuk memperkuat persenjataan, termasuk senjata nuklir taktis, rudal balistik antarbenua, dan satelit pengintaian.

Awal pekan ini, Departemen Pertahanan AS mengungkapkan bahwa "sejumlah kecil" pasukan Korea Utara telah berada di wilayah Kursk, Rusia,

tempat pasukan Ukraina melancarkan serangan darat sejak Agustus lalu. Menurut Duta Besar Ukraina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sergiy Kyslytsya,

pasukan Korea Utara ini diberikan seragam tentara Rusia untuk berbaur dengan unit minoritas dan menghindari deteksi.

Sergiy memperkirakan sekitar 12.000 tentara Korea Utara saat ini sedang menjalani pelatihan di lima lokasi di Rusia timur, termasuk 500 perwira dan tiga jenderal.

Baca Juga: Tentara Korea Utara di Rusia: Ancaman Baru Bagi Ukraina?

Diperkirakan ribuan tentara Korea Utara tersebut akan bergabung dengan tentara Rusia untuk menghadapi pasukan Ukraina pada November.

Gedung Putih memperingatkan bahwa pasukan Korea Utara akan menjadi "target militer yang sah" jika mereka terlibat dalam konflik melawan Ukraina.

"Jika pasukan Korea Utara bertempur bersama tentara Rusia dalam konflik ini dan menyerang tentara Ukraina, maka tentara Ukraina memiliki hak untuk membela diri," ungkap pernyataan Gedung Putih.

Baca Juga: Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik Baru yang Diklaim Dapat Jangkau Amerika Serikat

Panen terong di Kebun KWT Alamanda Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. (Pratono/Jawa Pos Radar Semarang)
Panen terong di Kebun KWT Alamanda Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. (Pratono/Jawa Pos Radar Semarang)
Tri Kayati bersama pengurus Bank Sampah Alamanda memamerkan berbagai macam karya dari sampah anorganik. (Pratono/Jawa Pos Radar Semarang)
Tri Kayati bersama pengurus Bank Sampah Alamanda memamerkan berbagai macam karya dari sampah anorganik. (Pratono/Jawa Pos Radar Semarang)
Editor : Ubaidillah
#tentara korea utara #Perang Rusia #Perang Ukraina