RadarBangkalan.id - Surabaya kembali dihebohkan dengan kasus pembuangan bayi. Pelaku yang tega membuang bayi perempuan ke atap rumah warga di Jalan Pacarkeling Gang VI, Tambaksari, Surabaya, pada Sabtu (2/11) kini telah tertangkap. Mirisnya, pelaku yang membuang bayi tersebut adalah orang tua kandungnya sendiri. Saat dibuang, bayi perempuan yang baru berusia sekitar 4 jam itu masih dalam kondisi tali pusar yang belum terputus dan tanpa sehelai kain yang melindunginya.
Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi dikerumuni semut dan terluka ringan di area mata. Untungnya, bayi tersebut cepat mendapatkan pertolongan dan kini sedang dalam perawatan di RSU dr. Soetomo. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tambaksari, Iptu Aman Hasta, mengonfirmasi penangkapan pelaku, namun ia belum memberikan keterangan lengkap mengenai kronologi kejadian. Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Kondisi Bayi Dibuang dalam Keadaan Telanjang, Ditemukan Tanpa Selembar Kain
Kisah bayi yang dibuang ini bermula ketika seorang warga, Susana (57), pemilik rumah yang menemukan bayi tersebut, mendengar suara tangisan. Saat dievakuasi oleh keluarganya, bayi ditemukan dalam kondisi telanjang dan hanya diletakkan begitu saja di atas genteng rumah tanpa alas apa pun. Mata bayi tersebut tampak sedikit bengkak, diduga akibat gigitan semut yang menempel di tubuhnya.
"Saat ditemukan, bayinya dalam kondisi telanjang tanpa alas apa pun, hanya ditaruh begitu saja di genteng rumah. Ada beberapa semut yang menempel di tubuhnya dan mata bayi juga tampak sedikit bengkak," ungkap Susana.
Yang membuat Susana semakin terkejut adalah kucing peliharaannya yang terlihat menjaga bayi itu. Kucing tersebut seolah menemani bayi yang dalam kondisi rentan hingga akhirnya ditemukan dan diselamatkan.
Bayi Kini Dirawat di RSU dr. Soetomo dengan Pendampingan Dinas Sosial
Saat ini, bayi yang memiliki berat 3,315 gram dan panjang 50 cm ini tengah menjalani perawatan di RSU dr. Soetomo Surabaya. Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Anna Fajriatin, mengatakan bahwa kondisi bayi dalam keadaan sehat dan mendapatkan bantuan untuk popok serta susu dari rumah sakit. Selain itu, Dinsos Surabaya telah mengurus surat pembebasan biaya perawatan bagi bayi tersebut.
"Kami mendampingi bayi ini. Saat ini bayi dalam keadaan sehat dan sudah mendapatkan bantuan popok dan susu. Kami juga sudah mengurus pembebasan biaya perawatan," ujar Anna.
Lebih lanjut, setelah perawatan di rumah sakit selesai, bayi akan diserahkan ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) yang berada di Sidoarjo, Jawa Timur. Dinas Sosial Kota Surabaya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur terkait hal ini.
Banyak Warga Ingin Mengadopsi, Proses Adopsi Sesuai Aturan
Seiring dengan viralnya berita penemuan bayi ini, beberapa warga menyatakan keinginan untuk mengadopsi bayi tersebut. Namun, Anna Fajriatin menegaskan bahwa proses adopsi tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada berbagai syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh calon orang tua angkat, termasuk pengajuan permohonan resmi ke Dinas Sosial serta bukti kemampuan merawat dan memenuhi kebutuhan bayi.
"Terkait adopsi, ada syarat dan ketentuan yang harus diikuti oleh calon orang tua angkat. Kami harus memastikan bahwa bayi ini akan mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak," tegas Anna.
Kronologi Penemuan Bayi di Atap Rumah Warga
Pada Sabtu malam, sekitar pukul 22.37 WIB, warga Surabaya dikejutkan dengan penemuan bayi di atap rumah warga di Jalan Pacarkeling. Bayi perempuan tersebut dilahirkan dengan kondisi normal dan sehat, namun ditelantarkan hanya beberapa jam setelah kelahirannya. Warga sekitar segera melaporkan penemuan ini ke pihak berwenang, dan bayi kemudian dievakuasi untuk mendapatkan perawatan.
Penemuan bayi ini mencerminkan betapa pentingnya peran masyarakat dalam memberikan perhatian dan melaporkan kejadian yang mencurigakan demi keselamatan jiwa bayi tersebut. Dengan adanya perhatian dan bantuan cepat dari warga serta pihak berwenang, bayi ini dapat diselamatkan dan dirawat dengan baik.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Kasus ini saat ini telah dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan mendalam terhadap orang tua bayi yang menjadi pelaku pembuangan. Publik berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang tanggung jawab orang tua serta pentingnya dukungan terhadap ibu yang mengalami kesulitan dalam mengasuh anak.
Kejadian memilukan ini menjadi perhatian warga Surabaya dan masyarakat luas, menyoroti perlunya perhatian serius terhadap masalah sosial yang mendorong orang tua hingga tega menelantarkan bayi mereka.
Editor : Azril Arham