RadarBangkalan.id - Tak banyak orang yang mengetahui beda keramik granit dan marmer. Sekilas jenis lantai ini tampak serupa karena memberikan kesan yang mewah pada hunian. Meskipun keramik granit atau marmer termasuk jenis lantai yang populer dan banyak diminati, masing-masing memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Baca Juga: 4 Herbal Ampuh untuk Tingkatkan Imunitas di Musim Hujan, Wajib Coba!
Apa Saja Perbedaan Keramik Granit dan Marmer?
Kalau Anda bertanya mengenai “Beda keramik granit dan marmer”, berikut jawaban yang mungkin membantu menjawab pertanyaan tersebut.
-
Bahan Dasar
Keramik adalah jenis lantai yang terbuat dari tanah liat dicampur lempung bola, kaolin, feldspar, kuarsa, dan air sehingga kualitasnya baik. Pembuatan keramik dilakukan dengan cara dibakar pada suhu 1.000°C. Supaya tampilannya mengkilap, bagian atas lantai keramik harus dilapisi glaze.
Granit tercatat sebagai jenis lantai yang terbuat dari batuan alami berupa magma yang mendingin. Lantaran terbuat dari tekanan ekstrem dalam jangka panjang, bahan dasar granit telah ada selama beratus tahun lamanya.
Secara umum, unsur pembentuk granit adalah kuarsa dan feldspar yang dikenal sebagai mineral sangat keras. Mineral lain yang juga membentuk granit, antara lain mika, amfibol, dan beberapa mineral tambahan lain yang membuatnya tampak unik.
Marmer terbuat dari hasil metamorfosis batuan kapur atau gamping yang mengalami rekristalisasi. Akibat proses panas bertekanan tinggi, proses ini secara alami mengubah batu kapur menjadi batu marmer.
Selama proses rekristalisasi berlangsung, terdapat mineral lain yang secara alamiah memberikan warna pada marmer sehingga tampak lebih menarik. Selain hal tersebut, proses rekristalisasi juga membuat jenis lantai ini berpori dan lebih lembut dari granit.
-
Tampilan
“Apa bedanya keramik granit dan marmer?” jawabannya adalah tampilan. Apabila dilihat secara detail, tampilan keramik granit dan marmer berbeda. Lantai jenis keramik lebih mudah dikenali karena ukuran yang tersedia paling kecil di antara granit dan marmer. Motif keramik sangat beragam dan warnanya tampak lebih cerah dari lantai granit maupun marmer.
Umumnya, granit memiliki motif bintik-bintik. Motif ini merupakan hasil dari campuran berbagai jenis batuan ketika proses pembentukan berlangsung. Marmer memiliki motif berupa garis urat bergelombang dengan warna alami. Motif ini terbentuk dari kotoran yang mengendap saat proses rekristalisasi berlangsung. Lantaran keduanya terbuat secara alami, hampir tidak ada motif lantai granit yang sama persis dengan marmer.
-
Karakteristik
Baca Juga: Cara Mudah Ganti Google dengan ChatGPT Search di Chrome: Pencarian Lebih Cepat dan Cerdas!
Jika Anda bertanya, “Lebih bagus granit apa keramik?” jawabannya adalah granit. Granit mempunyai permukaan yang lebih rata dari keramik. Hal ini tak lepas dari proses pemotongan lantai granit yang dikerjakan menggunakan mesin khusus berteknologi canggih. Lantaran dipotong dengan baik dan presisi, susunan nat pada granit cenderung tipis sehingga hasilnya tampak lebih rapi.
Karakteristik yang menonjol dari granit adalah ketahanannya yang lebih baik dari lantai marmer. Namun, keduanya material yang berpori. Ketika terkena tumpahan cairan, cairan tersebut akan meresap sehingga menyebabkan noda membandel. Meskipun demikian, marmer tercatat jauh lebih cepat menyerap noda dibandingkan lantai granit.
Serupa dengan granit, potongan marmer juga rapi dan presisi sehingga mampu meningkatkan estetika hunian. Selain itu, marmer juga memberikan kilauan alami yang tampak mewah dan membuat hunian lebih unik.
-
Pengaplikasian
Beda keramik granit dan marmer selanjutnya adalah proses pengaplikasiannya. Lantai keramik dapat diaplikasikan di seluruh area rumah. Dibandingkan granit yang cenderung lebih lincin dan dapat menyebabkan terpeleset, lantai keramik masih aman digunakan di kamar mandi.
Lantai granit cocok dipasang di area rumah dengan intensitas lalu lalang tinggi, seperti ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur. Berbeda dengan granit, lantai marmer lebih tepat untuk diaplikasikan di area yang cenderung sepi. Salah satunya adalah kamar tidur dan kamar mandi.
-
Daya Tahan
Keramik memiliki ketahanan yang baik. Namun, masih kalah dengan daya tahan lantai granit dan marmer. Granit dikenal lebih kuat dan tahan lama karena telah ada sejak ratusan tahun silam. Selain kuat, material ini juga lebih tahan lama. Karakteristik granit yang menonjol adalah tingkat kekerasan mencapai 6-7 skala mohs. Hal inilah yang membuat granit tidak mudah tergores dan berubah warna, kecuali terkena cairan asam.
Berbeda dengan lantai granit, tingkat kekerasan marmer mencapai 3-5 skala mohs. Lantaran daya tahannya lebih rendah dibandingkan lantai granit, marmer lebih rentan tergores dan berubah warna akibat kegiatan memasak, kontak dengan suhu tinggi, dan cairan asam.
-
Perawatan
Keramik unggul dalam hal perawatan karena lebih mudah dibersihkan saat terkena noda dan kotoran. Keramik tidak memerlukan perawatan khusus. Berbeda dengan keramik, lantai granit dan marmer harus dipel menggunakan air hangat dan sealent rutin untuk menjaga kilau alaminya.
-
Harga
Keramik granit dan marmer sangat berbeda dari segi harga. Keramik dibanderol lebih murah dari lantai granit maupun marmer. Lantas, “Lebih mahal granit apa marmer?” jawabannya granit. Marmer dibanderol lebih murah dari lantai granit.
Lebih Bagus Keramik Granit atau Marmer?
Pertanyaan selanjutnya, “Bagus granit apa marmer?” dari segi harga, granit lebih unggul. Artinya granit lebih bagus karena memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan keramik dan marmer. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa keramik granit dan marmet mempunyai keunggulan tersendiri yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum membeli material untuk lantai hunian.
Editor : Azril Arham