Radarbangkalan.id - Kebakaran hutan yang melanda Los Angeles pada 8 Januari 2025 menjadi salah satu bencana alam terburuk di kawasan tersebut. Ribuan warga terpaksa mengungsi, sementara ratusan bangunan dilalap api.
Kondisi cuaca ekstrem, seperti angin kencang yang mencapai 160 kilometer per jam, memperburuk situasi dan mempercepat penyebaran api.
Baca Juga: Cek Hasil Akhir CPNS 2024! 7 Instansi Pusat dan Daerah Sudah Umumkan
Anthony Marrone, Kepala Pemadam Kebakaran Daerah Los Angeles, menyatakan bahwa skala kebakaran ini sangat membebani timnya.
“Kami melakukan yang terbaik yang kami bisa. Namun, kami tidak memiliki cukup personel pemadam kebakaran di daerah LA dibandingkan departemen lainnya untuk menangani ini,” katanya, dikutip dari kantor berita AFP.
Dampak Kebakaran yang Meluas
Kebakaran meluas hingga menghanguskan sekitar 26.000 hektar lahan di Pacific Palisades dan Altadena.
Sebanyak 1.500 bangunan, termasuk rumah mewah, hancur total, dengan sedikitnya lima orang meninggal dunia. Lebih dari 100.000 warga terpaksa mengungsi akibat bencana ini.
Di Pacific Palisades, sekitar 16.000 hektar lahan terbakar, menghancurkan 1.000 rumah dan bisnis.
Sementara di Altadena, kebakaran menghanguskan lebih dari 10.000 hektar lahan, merusak 500 bangunan.
William Gonzales, seorang korban dari Altadena, mengungkapkan kesedihannya. “Kami kehilangan segalanya; mimpi kami habis dilalap api,” ujarnya.
Baca Juga: Cek Hasil Akhir CPNS 2024! 7 Instansi Pusat dan Daerah Sudah Umumkan
Krisis ini semakin diperparah oleh kekurangan air di beberapa wilayah. Kepala Otoritas Air dan Tenaga Los Angeles, Janisse Quinones, mengimbau masyarakat untuk menghemat air.
“Kami sedang memadamkan kebakaran hutan dengan sistem air perkotaan, dan itu benar-benar sulit,” jelasnya.
Upaya Penanganan Kebakaran
Pihak berwenang terus berjuang memadamkan api. Margaret Stewart dari Los Angeles Fire Department (LAFD) mengeluarkan perintah evakuasi segera di Hollywood Hills, memperingatkan warga agar tidak menunda evakuasi.
“Kami tidak ingin ada orang terjebak. Segera tinggalkan area, bawa kendaraan, dan bantu teman atau tetangga yang tidak memiliki kendaraan,” katanya.
Namun, evakuasi besar-besaran ini memicu kemacetan di berbagai jalan utama. Sharon Ibarra, seorang warga, membagikan pengalamannya membantu majikannya yang memiliki dua bayi.
Baca Juga: BRICS vs G7: Mana yang Lebih Kuat dalam Kekuatan Ekonomi?
“Saya sangat cemas karena api begitu cepat menyebar di tempat lain. Untungnya, angin tidak sekencang kemarin,” ujarnya.
Di tingkat nasional, Presiden AS Joe Biden membatalkan kunjungannya ke Italia untuk fokus menangani kebakaran ini.
“Kami akan melakukan segala upaya untuk mengendalikan kebakaran ini, selama apa pun yang diperlukan,” tegasnya.
Penyebab Kebakaran: Alam dan Perubahan Iklim
Para ilmuwan menyatakan bahwa kebakaran ini tidak hanya bagian dari siklus alam, tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan iklim.
Aktivitas manusia yang mempercepat perubahan pola cuaca turut mempersulit pengendalian bencana ini.
Baca Juga: BRICS vs G7: Mana yang Lebih Kuat dalam Kekuatan Ekonomi?
Kebakaran ini mengingatkan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan kenyataan yang harus segera ditangani.
Editor : Ubaidillah