Radarbangkalan.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang wilayah barat daya Jepang pada Senin (13/1/2025).
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan tsunami untuk Prefektur Miyazaki dan Kochi setelah gempa tersebut terjadi.
Baca Juga: Kebakaran Los Angeles: Mengapa AS Terlihat Tak Berdaya?
Detail Gempa dan Peringatan Tsunami
Guncangan dilaporkan terjadi pada pukul 21.19 waktu setempat, mengguncang sebagian Prefektur Miyazaki.
Awalnya, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat kekuatan gempa sebesar 6,9, tetapi kemudian merevisinya menjadi 6,8. Sementara itu, Pusat Seismologi Mediterania Eropa menyebut magnitudo gempa sebesar 6,6.
Setelah gempa, JMA segera mengeluarkan peringatan tsunami dengan gelombang diperkirakan mencapai sekitar satu meter.
Melalui media sosial X, JMA menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk menjauhi laut dan area pantai.
"Tsunami bisa terjadi berulang-ulang. Mohon tidak ke laut atau bepergian menuju area pantai," tulis JMA.
Respons dan Situasi Terkini
Belum ada laporan kerusakan besar atau korban jiwa yang diakibatkan gempa. Namun, pihak berwenang terus memantau situasi dan memperingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang susulan atau dampak lainnya.
Baca Juga: Cek NIK KTP Anda, Bisa Terima Bansos Susulan Rp800.000
Gempa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan menghadapi bencana di wilayah yang rawan gempa seperti Jepang. Masyarakat diminta untuk mengikuti panduan keselamatan dari pihak berwenang.
Editor : Ubaidillah