News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Gaza Disebut ‘Ladang Pembantaian’ oleh PBB, Israel Disalahkan

Azril Arham • Rabu, 9 April 2025 | 18:21 WIB

 

SITUASI SULIT: Seorang bocah perempuan Palestina yang kedua lututnya dibebat perban memegang roti di Deir Al Balah, bagian tengah Jalur Gaza (13/6). (AFP)
SITUASI SULIT: Seorang bocah perempuan Palestina yang kedua lututnya dibebat perban memegang roti di Deir Al Balah, bagian tengah Jalur Gaza (13/6). (AFP)

RadarBangkalan.id - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, melontarkan pernyataan keras terkait situasi terbaru di Gaza.

Dalam konferensi pers di markas besar PBB di New York, Guterres menyebut Gaza kini telah berubah menjadi "ladang pembantaian", dan menyoroti keras peran Israel dalam krisis kemanusiaan yang terjadi.

Sudah lebih dari sebulan, tak setetes pun bantuan berhasil masuk ke wilayah Gaza.

“Tidak ada makanan. Tidak ada bahan bakar. Tidak ada obat-obatan. Tidak ada pasokan komersial,” kata Guterres dengan nada tegas, seperti dilaporkan Al-Arabiya dan AFP, Rabu (9/4/2025).

Guterres mengacu pada Konvensi Jenewa yang menyatakan bahwa kekuatan pendudukan bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan dasar warga sipil, termasuk makanan dan obat-obatan. Menurutnya, hal itu sama sekali tidak terjadi di Gaza saat ini.

“Pihak berwenang Israel baru-baru ini mengusulkan mekanisme otorisasi untuk pengiriman bantuan, yang justru berisiko makin memperketat akses bantuan kemanusiaan. Bahkan, sampai dihitung hingga kalori dan tepung terakhir,” katanya menambahkan.

 

Menurut informasi dari sumber PBB kepada AFP, Israel ingin menerapkan pemantauan distribusi bantuan secara ketat dengan dalih mencegah penyalahgunaan oleh kelompok Hamas. Namun, Guterres menolak mentah-mentah pendekatan tersebut.

“Kami tidak akan ikut serta dalam pengaturan apa pun yang tidak menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan: kemanusiaan, ketidakberpihakan, independensi, dan netralitas,” tegas Guterres.

Ia pun menuntut agar jalur bantuan kemanusiaan dibuka tanpa hambatan dan perlindungan warga sipil benar-benar menjadi prioritas.

Guterres tak hanya menyoroti Gaza. Ia juga mengangkat kekhawatiran soal situasi di Tepi Barat yang menurutnya makin memburuk.

“Jalan saat ini adalah jalan buntu sama sekali tidak dapat ditoleransi di mata hukum dan sejarah internasional,” ujarnya.

Ia bahkan memperingatkan risiko bahwa Tepi Barat bisa mengalami nasib serupa dengan Gaza.

Menutup pernyataannya, Guterres mendesak adanya langkah nyata untuk menghentikan kekerasan dan memulihkan kemanusiaan.

“Sudah saatnya mengakhiri dehumanisasi, melindungi warga sipil, membebaskan para sandera, memastikan bantuan yang menyelamatkan nyawa, dan memperbarui gencatan senjata,” tandasnya.

Kalau kamu mengikuti perkembangan krisis kemanusiaan di Gaza, pernyataan Sekjen PBB ini menjadi sinyal kuat bahwa dunia internasional mulai kehilangan kesabaran terhadap kondisi yang makin memburuk. ***

Editor : Azril Arham
#pembantaian #pbb #sekjen pbb #Israel #gaza