BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Mantan Ketua DPRD Jawa Timur (Jatim) Kusnadi sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah meninggalkan rumah di Dusun Wonokayun, RT 05, Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Rabu (4/6) sekitar pukul 11.00.
Keluarga Kusnadi melaporkan kehilangannya ke Polsek Balongbendo pada Minggu (8/6) karena mantan ketua DPD PDI Perjuangan Jatim itu tidak kembali ke rumah.
Laporan tersebut dibuat oleh anaknya, Tonny Kusdita Kunong, dan terdaftar dengan nomor STPLKO/102/VI/2025/SPKT/JATIM/SDA/BALPEN.
Baca Juga: 774 Slop Rokok Ilegal Tanpa Cukai Disita Polisi Usai Kejar-kejaran di Suramadu Bangkalan
Dalam laporan, Tonny menyebutkan bahwa ayahnya meninggalkan rumah setelah keluar dari kandang peternakan ayam dan dijemput oleh tiga orang menggunakan mobil untuk urusan bisnis. Keluarga telah berusaha mencarinya, tetapi tidak berhasil.
Akhirnya, mereka melapor ke polsek setempat. Informasi kemudian beredar bahwa Kusnadi ditemukan di Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, pada Senin (9/6) dini hari, dalam keadaan linglung.
Kapolsek Tanah Merah, AKP Eko Siswanto, mengaku belum menerima informasi mengenai penemuan mantan Ketua DPRD Jatim di wilayahnya.
Dia juga telah menanyakan kepada anggotanya yang sedang piket saat itu. "Belum ada informasi terkait penemuan mantan ketua DPRD Jatim. Kami sudah menanyakan kepada anggota yang piket," ujarnya.
Baca Juga: 10 Inovasi Terbaik Tiap Kabupaten di Madura Terpilih Proses Penilaian EJIES 2025 Rampung
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan, Fatkurrahman, mengaku tidak mengetahui tentang penemuan Kusnadi di Kota Salak. Ia baru mendapat informasi setelah banyak berita yang beredar.
"Saya tidak tahu kalau ada kabar bahwa yang bersangkutan hilang dan ditemukan di Tanah Merah," tambahnya.
Selama menjabat sebagai ketua DPRD Jatim, Kusnadi sering berkunjung ke Madura, termasuk beberapa kali ke Kota Salak. Namun, kali ini dia mengaku tidak tahu alasan kedatangannya ke Madura.
Di media sosial, beredar rekaman yang diduga merupakan keterangan Kusnadi setelah namanya ramai diperbincangkan.
Dalam rekaman tersebut, dia menjelaskan bahwa dia didatangi seorang rekannya dari Madura pada Rabu (4/6) dan kemudian ikut ke Pulau Garam, tepatnya di Kabupaten Pamekasan.
Kusnadi mengakui kesalahannya karena tidak memberi tahu keluarganya sebelum pergi ke Madura. Setiba di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Pamekasan, handphone miliknya tertinggal di mobil yang ditumpangi sehingga dia sempat kehilangan kontak dengan keluarganya.
"Mobil Avanza yang saya tumpangi dan HP saya ketinggalan di dalam mobil tersebut," ujarnya.
Kusnadi baru mengetahui bahwa dirinya dilaporkan hilang pada Minggu (8/6) setelah handphone-nya yang tertinggal di mobil temannya diantarkan meskipun sempat lowbat dan tidak bisa menghubungi keluarganya.
Dalam pernyataan resminya, Kusnadi meminta maaf karena pergi tanpa berpamitan. Dia meninggalkan rumah sebelum Lebaran Idul Adha untuk mengunjungi salah satu pondok pesantren di Pamekasan.
"Saya mohon maaf telah membuat semua orang cemas. Dengan ini, saya mencabut laporan kehilangan," ujarnya.
Kapolsek Balongbendo AKP Sugeng Sulistyono mengaku langsung melakukan pengecekan setelah menerima informasi tentang keberadaan Kusnadi.
Handphone yang bersangkutan terakhir aktif pada pukul 00.05 Minggu (8/6). Posisinya diketahui berada di wilayah yang sama saat dia ditemukan dalam keadaan selamat.
"Pak Kusnadi ditemukan oleh keluarganya pada Senin (9/6) pukul 01.00 dan hari ini sudah mencabut pelaporannya," ujarnya.
RadarBangkalan.id telah berusaha menghubungi anak Kusnadi, Teddy Kusdita Kunong, untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai penemuan ayahnya di Kecamatan Tanah Merah. Namun, yang bersangkutan tidak merespons saat dihubungi melalui WhatsApp. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana