Radarbangkalan.id - Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai pihak utama yang bertanggung jawab atas korban jiwa dan kerusakan akibat kerusuhan yang terjadi baru-baru ini di Iran.
Baca Juga: Iran Mendadak Sunyi Usai Pembunuhan Massal, Protes Redam dengan Korban Ribuan
Pernyataan itu disampaikan Khamenei dalam pidato di hadapan ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat saat peringatan Isra Mi’raj, hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Presiden Amerika Serikat bertanggung jawab atas korban jiwa, kerusakan, dan tuduhan palsu yang ditujukan kepada bangsa Iran,” ujar Khamenei, seperti dilansir Press TV. Ia menyebut Trump sebagai pelaku kejahatan dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Krisis Iran Memuncak, Nilai Rial Tembus 1,1 Juta per Dolar AS
Kerusuhan Dinilai Bukan Protes Damai
Khamenei menjelaskan bahwa apa yang awalnya terlihat sebagai protes damai pada akhir Desember lalu secara bertahap berubah menjadi aksi kekerasan.
Menurutnya, para perusuh melakukan pembunuhan terhadap aparat keamanan dan warga sipil, serta menyerang infrastruktur publik di berbagai kota.
Pemerintah Iran mengaitkan kerusuhan dan aksi terorisme tersebut dengan Amerika Serikat dan rezim Israel.
Khamenei menegaskan bahwa keterlibatan pihak asing dalam peristiwa itu bukan sekadar dugaan.
Baca Juga: Klasemen Liga Inggris 18 Januari 2026: Arsenal Masih Tak Tergoyahkan di Puncak
Ia merujuk pada pernyataan mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang menulis di media sosial, “Selamat Tahun Baru untuk setiap warga Iran di jalanan. Juga, untuk setiap agen Mossad yang berjalan di samping mereka.”
Baca Juga: Pesawat ATR IAT Hilang Kontak di Maros, 400 Personel SAR Dikerahkan
Selain itu, unggahan media sosial berbahasa Farsi yang dikaitkan dengan Mossad disebut mendorong para perusuh untuk turun ke jalan, bahkan mengklaim bahwa agen Israel berada langsung di lapangan bersama mereka.
AS Dinilai Terlibat Langsung
Khamenei menyoroti bahwa dalam pemberontakan sebelumnya, keterlibatan biasanya hanya datang dari media atau politisi kelas menengah di Amerika Serikat dan Eropa. Namun kali ini, menurutnya, Presiden AS sendiri secara terbuka ikut campur.
Baca Juga: Pendaftaran SIPSS Polri 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Daftar Jurusan Lengkap
“Dalam kerusuhan baru-baru ini, ciri khasnya adalah Presiden Amerika Serikat secara langsung membuat pernyataan, mendorong para perusuh, dan bahkan berbicara tentang dukungan militer,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hal tersebut menunjukkan kerusuhan itu merupakan pemberontakan yang dihasut Amerika. Khamenei menyebut tujuan AS adalah melemahkan dan menguasai Iran.
“Berdasarkan pengalaman 50 tahun, saya menyatakan dengan tegas bahwa tujuan Amerika adalah melahap Iran,” katanya.
Baca Juga: Penumpang Diduga Lakukan Aksi Tak Senonoh di Bus Transjakarta, Diserahkan ke Polisi
Amerika Disebut Tak Pernah Menerima Kemandirian Iran
Menurut Khamenei, sejak Revolusi Islam, dominasi Amerika di Iran telah runtuh di bawah kepemimpinan Imam Khomeini. Namun, sejak saat itu pula AS terus berupaya memulihkan hegemoni politik dan ekonominya atas Iran.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan hanya milik pemerintahan AS saat ini, melainkan telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Amerika Serikat tidak dapat mentolerir negara dengan karakteristik, kemampuan, luas wilayah, serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti Iran,” ucapnya.
Baca Juga: Tertipu Rp30 Juta demi Masuk Batik Air, Khairun Nisa Berujung Jadi Pramugari Gadungan
Tudingan Fitnah dan Kejahatan
Khamenei juga mengkritik narasi Amerika yang menggambarkan para perusuh sebagai representasi rakyat Iran. Ia menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah besar terhadap bangsa Iran.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus Pelecehan Anak oleh Trainer Gym Semarang, Keluarga Rugi Rp400 Juta
“Mereka yang membakar, menghancurkan properti, menimbulkan kerusakan, dan menyabotase ketertiban umum disebut sebagai rakyat Iran. Itu adalah kejahatan,” ujarnya.
Baca Juga: Super Flu Masuk Indonesia, Kenali Varian Influenza A H3N2 Subclade K
Ia menambahkan bahwa bukti keterlibatan AS dan Israel telah terdokumentasi dengan baik. Menurutnya, sejumlah pelaku kerusuhan merupakan individu yang direkrut, dilatih, dan dibiayai oleh badan-badan Amerika dan Israel.
“Mereka diajarkan cara menebar ketakutan, melakukan sabotase, dan merusak ketertiban umum. Mereka juga menerima dukungan finansial besar,” kata Khamenei.
Iran Tegaskan Tidak Akan Tunduk
Pemimpin Tertinggi Iran menegaskan bahwa aparat keamanan telah menjalankan tugasnya dengan efektif dan banyak elemen perusuh telah ditangkap.
Baca Juga: Hasil Piala Asia U-23 2026: Vietnam Singkirkan UEA, Jepang Menang Adu Penalti
“Kami tidak akan membawa negara ini menuju perang, tetapi kami juga tidak akan membiarkan penjahat domestik dan internasional lolos dari hukuman,” tegasnya.
Editor : Ubaidillah