News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Demo Berdarah Iran: Pemerintah Klaim 3.117 Tewas, LSM Sebut Bisa Capai 25 Ribu

Ubaidillah • Jumat, 23 Januari 2026 | 06:48 WIB
Iran akhirnya mengeluarkan data resmi korban tewas selama rangkaian demonstrasi berdarah yang berlangsung sejak 28 Desember 2025 lalu hingga hari ini. (Foto: via REUTERS/Social Media)
Iran akhirnya mengeluarkan data resmi korban tewas selama rangkaian demonstrasi berdarah yang berlangsung sejak 28 Desember 2025 lalu hingga hari ini. (Foto: via REUTERS/Social Media)

RadarBangkalan.id - Iran akhirnya mengumumkan data resmi jumlah korban tewas selama rangkaian demonstrasi berdarah yang berlangsung sejak 28 Desember 2025 hingga saat ini.

Dalam laporan pertamanya yang disampaikan Rabu (21/1/2026), Yayasan Veteran dan Martir Iran menyebut total 3.117 orang meninggal dunia selama aksi unjuk rasa.

Baca Juga: Viral Syifa WNI Jadi Tentara AS, Ini Gaji dan Statusnya di Army National Guard

Data tersebut dikutip oleh televisi pemerintah Iran. Dari jumlah itu, sebanyak 2.427 korban tewas disebut sebagai anggota pasukan keamanan yang diklaim sebagai “martir” dan dinyatakan sebagai korban “tidak bersalah”.

“Sementara 690 orang lain adalah teroris, perusuh, dan pihak yang menyerang lokasi militer,” ujar Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Akbar Pourjamshidian, seperti dikutip AFP.

Ia menilai besarnya jumlah korban dari pihak aparat mencerminkan sikap “pengendalian diri dan toleransi” aparat keamanan saat menghadapi demonstrasi.

Baca Juga: Viral WNI Jadi Tentara AS, TB Hasanuddin Tegaskan Gabung Militer Asing Langgar Undang-Undang

Yayasan Veteran dan Martir Iran juga mengecam pihak yang mereka sebut sebagai “musuh-musuh Iran” dan menuding Amerika Serikat mendukung serta mempersenjatai pelaku kekerasan dalam unjuk rasa tersebut.

LSM HAM Ragukan Klaim Resmi Pemerintah

Di sisi lain, Direktur Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia, Mahmood Amiry-Moghaddam, memperkirakan jumlah korban tewas sebenarnya jauh lebih besar dari klaim resmi pemerintah Iran.

Baca Juga: Zul Zivilia Bersyukur Istri Tetap Setia Menanti Selama Jalani Vonis 18 Tahun

Menurutnya, berbagai bukti menunjukkan angka korban melampaui data yang diumumkan Teheran.

“Republik Islam memiliki pola yang terdokumentasi dengan baik dalam meremehkan secara sistematis kekerasan mematikan oleh negara,” kata Moghaddam kepada AFP.

Baca Juga: Xiaomi Resmi Rilis Redmi Note 15 Series di Indonesia, Hadirkan 4 Model Tangguh

Ia memperingatkan bahwa jika pola pelaporan eksekusi diterapkan pada kasus ini, jumlah korban tewas bisa mencapai sekitar 25.000 orang.

Moghaddam juga menyebut bukti menunjukkan aparat negara bertanggung jawab atas penembakan demonstran dengan peluru tajam.

Baca Juga: Geger Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG di Sampang, Amure Desak Kasus Segera Diusut

Kelompok HAM internasional, termasuk Amnesty International, menilai aparat keamanan sengaja membidik demonstran dari atap gedung dan mengarahkan tembakan ke bagian mata para pengunjuk rasa.

Akses Internet Terputus, Data Sulit Diverifikasi

Hingga kini, belum ada data pembanding dari media resmi Iran. Pemadaman internet yang diberlakukan otoritas Republik Islam menghambat pemantauan jumlah korban secara independen.

Pemantau jaringan Netblocks mencatat pemadaman internet telah berlangsung lebih dari 300 jam.

Aksi Protes Meluas Jadi Gerakan Anti-Rezim

Aksi protes yang awalnya dipicu krisis ekonomi ini berkembang menjadi gerakan besar menentang kepemimpinan rezim ulama yang berkuasa sejak Revolusi 1979, di bawah pimpinan Ayatollah Ali Khamenei.

Baca Juga: BPOM Temukan 26 Produk Kosmetik Berbahaya, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon

Para demonstran menuntut Khamenei mundur dari jabatannya. Gerakan ini mendapat dukungan dari Putra Mahkota mantan Shah Iran, Reza Pahlavi, yang kini berada di pengasingan.

Pahlavi mendorong massa untuk terus berunjuk rasa, menguasai kota-kota, dan melengserkan pemerintahan. Ia juga berjanji akan kembali ke Iran untuk mendukung langsung gerakan tersebut.

Sementara itu, Khamenei dan jajaran pemerintah Iran meyakini Amerika Serikat berada di balik rangkaian demonstrasi yang mengguncang negara itu.

Baca Juga: Tertipu Rp30 Juta demi Masuk Batik Air, Khairun Nisa Berujung Jadi Pramugari Gadungan

Editor : Ubaidillah
#demonstrasi iran #korban tewas demo Iran 2026 #Demo Iran #korban demonstrasi iran #iran #korban demo iran