News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Terungkap! Begini Awal Mula Arsip Jeffrey Epstein Bocor hingga Bikin Heboh

Ubaidillah • Selasa, 3 Februari 2026 | 06:05 WIB
Donald Trump dan Jeffery Epstein. Dok. White House, wikipedia
Donald Trump dan Jeffery Epstein. Dok. White House, wikipedia

RadarBangkalan.id - Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat dari partai berbeda, Thomas Massie dan Ro Khanna, menjadi penggerak utama desakan agar Departemen Kehakiman Amerika Serikat membuka sepenuhnya dokumen terkait Jeffrey Epstein.

Langkah ini membuat keduanya berseberangan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Baca Juga: Suderajat Penjual Es Gabus Disemprot Dedi Mulyadi, Ngaku Susah Padahal Kantongi Rp 100 Juta

Mengutip laporan Axios, Massie dan Khanna melontarkan kritik keras terhadap pemerintah karena dinilai gagal merilis seluruh dokumen yang memenuhi syarat hingga tenggat 19 Desember, sesuai kewajiban undang-undang yang disahkan Kongres pada akhir tahun lalu.

Alih-alih merilis secara utuh, Departemen Kehakiman disebut hanya mengeluarkan berkas secara bertahap dengan banyak bagian yang disunting.

Keduanya bahkan mengancam akan menggunakan kewenangan “inherent contempt” atau kewenangan bawaan Kongres terhadap Jaksa Agung Pam Bondi.

Baca Juga: 118 Siswa SMAN 2 Kudus Dirawat Diduga Keracunan MBG, Total Keluhan Capai 600 Orang

Berdasarkan penjelasan Congressional Research Service, kewenangan tersebut merupakan mekanisme Kongres untuk merespons tindakan yang dianggap menghambat proses legislasi.

Khanna menegaskan, “Massie dan saya berbeda. Kami tidak hanya membuat meme atau pidato. Kami mengambil tindakan untuk melawan sistem yang korup.”

Thomas Massie, 54 tahun, merupakan anggota DPR AS yang mewakili daerah pemilihan keempat Kentucky dan bergabung dengan Kongres sejak 2012.

Baca Juga: Lengkap! Jadwal Malam Nisfu Syakban 2026, Niat Puasa Ayyamul Bidh, Salat, dan Doa Nisfu Syaban

Ia duduk di Komite Transportasi dan Infrastruktur serta Komite Kehakiman DPR. Sebelumnya, Massie pernah menjabat sebagai judge executive di Lewis County, Kentucky.

Ia juga merupakan lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan gelar sarjana teknik elektro dan magister teknik mesin.

Baca Juga: Motif Bullying Siswi SMP di Surabaya Diduga Karena Masalah Cowok, Korban Alami Luka dan Depresi

Massie diketahui secara terbuka menentang Presiden Trump, bahkan Trump sempat menyatakan akan berkampanye untuk penantang Massie dalam pemilihan pendahuluan.

Sementara itu, Ro Khanna mewakili daerah pemilihan ke-17 California dan masuk Kongres pada 2017.

Baca Juga: Whip Pink Gas Dikaitkan dengan Kematian Lula Lahfah, Ini Penjelasan Lengkapnya

Ia menjadi anggota Komite Angkatan Bersenjata, Komite Pengawasan, serta komite khusus persaingan strategis antara Amerika Serikat dan Partai Komunis Cina.

Khanna juga menjabat wakil ketua Kaukus Kongres untuk India dan warga Amerika keturunan India.

Sebelum berkarier sebagai anggota Kongres, Khanna mengajar ekonomi di Universitas Stanford dan pernah menjabat wakil asisten menteri perdagangan pada masa pemerintahan Barack Obama.

Baca Juga: Harga Emas Tembus Rp 3 Juta per Gram, Pengamat Prediksi Bisa Naik Rp 4,2 Juta pada 2026

Selain mendesak melalui jalur politik, Massie dan Khanna juga menempuh langkah hukum. Mengutip Politico, keduanya meminta hakim federal Paul E.

Engelmayer di Distrik Selatan New York untuk menunjuk seorang special master atau pejabat independen yang mengawasi proses pembukaan dokumen Epstein.

Baca Juga: IHSG Anjlok Dua Hari Beruntun, Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri

Dalam surat kepada hakim, Massie dan Khanna menilai Departemen Kehakiman tidak dapat dipercaya dalam menjalankan kewajiban pengungkapan dokumen sesuai undang-undang.

“Sederhananya, Departemen Kehakiman tidak dapat dipercaya untuk melakukan pengungkapan wajib berdasarkan undang-undang tersebut,” tulis mereka.

Massie juga menyebut pemerintah melakukan penyuntingan secara berlebihan dan tidak menyerahkan rincian redaksi kepada Kongres sebagaimana diwajibkan.

Baca Juga: Heboh Isu Spons Bedak, Polisi Tegaskan Es Gabus Viral di Jakpus Aman untuk Dikonsumsi

Ia menilai publik justru dibanjiri dokumen yang tidak penting, sementara bagian yang dianggap krusial ditahan.

“Kami percaya mereka menyunting dokumen secara berlebihan,” kata Massie kepada wartawan. “Mereka juga merilisnya dengan cara membanjiri publik dengan dokumen yang tidak penting, sambil menahan hal-hal yang justru penting,” ucapnya.

Baca Juga: Barang Bukti Kasus Kematian Lula Lahfah: Obat, Vape, Liquid hingga Tabung Whip Pink

Editor : Ubaidillah
#trump #donald trump #amerika serikat #Epstein Files #jeffrey epstein