News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Mengenal Wayang: Seni Bayangan yang Jadi Cermin Hidup Kita

Ina Herdiyana • Jumat, 27 Februari 2026 | 14:12 WIB

Wayang. Sumber foto: Salut Bali
Wayang. Sumber foto: Salut Bali

RadarBangkalan.id – Kalau kita bicara soal wayang, di bayangan kita pasti terlintas boneka kulit yang digerakkan di depan lampu dan mitos yang harus menonton pertunjukannya sampai habis.

Padahal, wayang sebenarnya adalah seni yang diakui dunia (UNESCO) karena kehebatannya dalam bercerita tentang kehidupan.

Di balik layar putih yang kita tonton, ada banyak lapisan seni dan pesan yang sangat keren. Dalam satu panggung wayang kulit, ada banyak keahlian yang bersatu.

Ada perajin yang mengukir kulit kerbau dengan sangat detail, ada pemusik gamelan dan sinden yang menjaga suasana, dan yang paling hebat adalah sosok dalang.

Dalang ini bukan hanya narator, dia adalah direktur yang harus hafal ratusan karakter, bisa mengubah-ubah suara, sambil memimpin musik selama berjam-jam tanpa henti.

Wayang itu seperti media sosial di zaman dulu, tapi punya isi yang lebih berisi. Lewat kisah Pandawa dan Kurawa, kita diajarkan tentang mana yang benar dan salah tanpa merasa digurui. Kita belajar soal kesetiaan, keberanian, dan akibat dari sifat rakus.

Bagian yang paling ditunggu biasanya adalah saat munculnya Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong).

Di sini, Dalang biasanya memasukkan banyolan atau sindiran halus tentang kondisi sosial saat ini. Ini adalah cara masyarakat menyampaikan unek-unek dengan cara yang jenaka.

Wayang juga menjadi cara paling efektif supaya bahasa daerah seperti bahasa Jawa halus agar tidak hilang ditelan zaman.

Sekarang pertunjukan wayang yang memakai tata lampu warna-warni, layar digital, bahkan kolaborasi dengan musik modern. Tujuannya supaya anak muda tetap merasa nyambung dengan warisan nenek moyangnya sendiri.

Wayang itu adalah cermin buat kita semua. Seperti bayangan di layar, hidup ini selalu punya sisi terang dan gelap.

Menonton wayang bukan cuma soal melihat boneka menari, melainkan soal melihat diri kita sendiri dalam cerita-cerita hebat yang tidak pernah basi. (Athoya Hanin)

 

Editor : Ina Herdiyana
#seni #cermin hidup #wayang #unesco #bayangan