RadarBangkalan.id – Kapur barus adalah zat padat berwarna putih yang memiliki aroma khas dan kuat. Dalam istilah ilmiah, kapur barus dikenal sebagai Camphor, yaitu senyawa alami yang dapat menguap (volatile) tanpa harus melewati fase cair.
Kapur barus alami diperoleh dari pohon Dryobalanops Aromatica yang banyak tumbuh di wilayah Sumatera.
Namun, saat ini kapur barus banyak dibuat dari bahan kimia turunan minyak bumi yang biasa disebut produk sintesis.
Baca Juga: Seni Menggulung Rasa dalam Hidangan Egg Roll
Salah satu fungsi utamanya adalah sebagai pengharum sekaligus pelindung pakaian di dalam lemari. Aroma kuatnya efektif mengusir ngengat dan serangga kecil yang dapat merusak kain.
Selain itu, kapur barus juga dimanfaatkan dalam dunia kesehatan, biasanya dalam bentuk minyak atau salep.
Kandungan camphor di dalamnya dapat membantu meredakan pegal-pegal, mengurangi rasa gatal, hingga memberikan sensasi hangat atau dingin pada kulit.
Tidak hanya itu, dalam beberapa tradisi budaya, kapur barus juga digunakan sebagai bagian dari ritual atau upacara tertentu karena aromanya yang dianggap memiliki makna khusus.
Baca Juga: Potensi Sukun sebagai Pangan Lokal Kian Mendapat Perhatian
Meski memiliki banyak manfaat, kapur barus bukan tanpa risiko. Zat ini bersifat beracun jika tertelan dan dapat berbahaya jika terhirup dalam jumlah berlebihan. Karena itu, penggunaannya harus bijak. (Farah Arisanti)
Editor : Ina Herdiyana