RadarBangkalan.id - Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran telah menghubungi pemerintahannya untuk membuka peluang negosiasi perdamaian. Pernyataan ini muncul di tengah langkah Amerika Serikat memulai blokade laut di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran global.
Trump menyebut komunikasi tersebut terjadi pada Senin pagi, meski tidak merinci pihak yang terlibat. Namun hingga kini, Iran belum mengonfirmasi adanya pembicaraan lanjutan setelah perundingan sebelumnya di Islamabad dilaporkan gagal mencapai kesepakatan.
Baca Juga: Jadwal Timnas U17 Indonesia vs Timor Leste Hari Ini, Kick-off 19.30 WIB
Langkah blokade yang dilakukan AS menargetkan kapal-kapal yang keluar masuk wilayah pesisir Iran. Kebijakan ini dinilai berpotensi memperparah krisis energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Trump menegaskan bahwa kegagalan negosiasi sebelumnya disebabkan oleh sikap Iran yang tetap mempertahankan program nuklirnya. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Teheran pada akhirnya akan menyetujui kesepakatan yang mencakup penghentian ambisi nuklir.
Baca Juga: Persib vs Bali United 3-2: Maung Bandung Menang Dramatis Meski Main 10 Orang
Di sisi lain, Iran memberikan respons keras. Melalui pernyataan resmi yang disiarkan IRIB News, angkatan bersenjata Iran menyebut blokade tersebut sebagai tindakan “pembajakan” dan mengancam akan menargetkan seluruh pelabuhan di kawasan Teluk Persia jika jalur mereka terganggu.
Baca Juga: Inter Milan Comeback Dramatis, Kalahkan Como 4-3 dan Dekati Scudetto
Ketegangan ini langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak sempat melonjak sebelum kembali stabil di kisaran US$99 per barel, seiring pernyataan Trump yang menyebut peluang kesepakatan masih terbuka.
Selain itu, kebijakan AS juga berisiko memicu gangguan perdagangan internasional. China sebagai pembeli utama minyak Iran turut menyuarakan kekhawatiran dan mendesak gencatan senjata segera.
Trump juga mengklaim bahwa sejumlah negara siap mendukung operasi AS di Selat Hormuz, meski belum mengungkap identitas negara-negara tersebut. Ia bahkan memperingatkan bahwa kapal Iran yang mendekati zona blokade akan dihancurkan.
Baca Juga: GTA 6 Online Dirumorkan Rilis Desember, Bisa Tampung 32 Pemain Sekaligus
Situasi ini berpotensi menguji ketahanan gencatan senjata antara AS dan Iran yang dijadwalkan berakhir pada 22 April 2026. Jika ketegangan terus meningkat, konflik dapat meluas dan memperburuk krisis energi serta stabilitas kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Viral Penumpang Tahan Pintu Whoosh, KCIC Kecam dan Ungkap Dampaknya
Editor : Ubaidillah