Iran Sebut Ancaman Trump Blokade Selat Hormuz Konyol, Ketegangan Memanas

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 06:28 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS/Annabelle Gordon)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS/Annabelle Gordon)

RadarBangkalan.id - Komandan Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, melontarkan kritik keras terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana memberlakukan blokade laut di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Iran, Press TV, Irani menyebut ancaman tersebut sebagai sesuatu yang “sangat konyol dan menggelikan”. Ia juga menegaskan bahwa militer Iran terus memantau setiap pergerakan armada Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Baca Juga: AS Blokade Selat Hormuz, Trump Sebut Iran Ingin Negosiasi Damai

“Iran melacak dan memantau semua pergerakan militer AS yang agresif di wilayah ini,” ujar Irani.

Pernyataan itu muncul setelah Trump mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Langkah tersebut diambil usai perundingan antara Teheran dan Washington di Islamabad gagal mencapai kesepakatan.

Baca Juga: Jadwal Timnas U17 Indonesia vs Timor Leste Hari Ini, Kick-off 19.30 WIB

Trump bahkan memperingatkan bahwa kapal-kapal yang membayar bea kepada Iran akan dicegat di perairan internasional. Kebijakan ini dinilai berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik sekaligus mengganggu stabilitas energi global.

Sementara itu, Iran sebelumnya telah menerapkan pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz sejak meningkatnya konflik dengan AS dan Israel. Korps Garda Revolusi Islam Iran juga menegaskan bahwa kondisi di selat tersebut tidak akan kembali seperti semula, khususnya bagi Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Mati Lampu di Jakarta Picu Macet Parah, PLN Klaim Listrik Sudah Normal

Teheran saat ini hanya mengizinkan kapal dari negara-negara sahabat untuk melintas, sementara kapal yang berafiliasi dengan negara yang dianggap agresor dibatasi. Bahkan, parlemen Iran tengah menggodok regulasi baru untuk mengenakan biaya transit menggunakan mata uang nasional serta melarang kapal AS dan Israel melintas.

Situasi ini semakin mempertegas eskalasi konflik antara kedua negara, dengan Selat Hormuz kembali menjadi titik krusial yang berpotensi memicu krisis global lebih luas.

 Baca Juga: GTA 6 Online Dirumorkan Rilis Desember, Bisa Tampung 32 Pemain Sekaligus

Editor : Ubaidillah
Selat Hormuz Iran vs AS amerika serikat iran