News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pilot Selfie Picu Tabrakan Jet Tempur Korea Selatan, Ini Kronologinya

Ubaidillah • Jumat, 24 April 2026 | 06:08 WIB
Foto: Jet tempur F-15 K Slam Eagles. (Dok. Official United States Air Force Website)
Foto: Jet tempur F-15 K Slam Eagles. (Dok. Official United States Air Force Website)

 

RadarBangkalan.id - Angkatan Udara Korea Selatan akhirnya mengungkap penyebab insiden tabrakan dua jet tempur yang terjadi pada 2021. Hasil investigasi terbaru menyebutkan bahwa kecelakaan tersebut dipicu oleh tindakan tidak disiplin pilot yang mengambil selfie dan merekam video saat penerbangan.

Permintaan maaf resmi disampaikan kepada publik menyusul rilis laporan dari Dewan Audit dan Inspeksi Korea Selatan.

Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan 2026 Bakal Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Syaratnya

"Kami dengan tulus meminta maaf kepada publik atas kekhawatiran yang ditimbulkan oleh kecelakaan ini," ujar juru bicara angkatan udara dalam konferensi pers.

Kronologi Tabrakan Jet F-15K

Insiden ini melibatkan dua jet tempur F-15K yang sedang melakukan latihan formasi di wilayah dekat Daegu pada Desember 2021.

Baca Juga: Persebaya Kalahkan Malut United 2-0, Akhiri Tren Buruk di Super League

Menurut laporan investigasi, salah satu pilot mencoba mengabadikan momen penerbangan terakhirnya dengan unit menggunakan kamera pribadi. Untuk mendapatkan sudut yang lebih baik, ia melakukan manuver tajam berupa pendakian dan kemiringan pesawat tanpa izin.

Baca Juga: PSM Makassar Tundukkan Persik Kediri 3-1, Yuran Fernandes Buka Kemenangan

Sementara itu, pilot lain juga ikut merekam video dari pesawat utama.

Baca Juga: Pesta Gol Al Nassr! Al Ahli Dibantai 5-1 di AFC Champions League Two

Ketika jarak kedua jet semakin dekat, kedua awak sempat mencoba menghindar. Namun, benturan tidak terelakkan. Bagian ekor pesawat pendamping menghantam sayap pesawat utama, menyebabkan kerusakan cukup serius.

Kerugian dan Sanksi

Akibat insiden tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar US$600.000 atau setara Rp10,2 miliar. Meski demikian, tidak ada korban luka dalam kejadian ini.

Baca Juga: Man City Gusur Arsenal! Haaland Bawa Kemenangan atas Burnley, Puncaki Klasemen

Hasil investigasi menyimpulkan bahwa pilot pendamping menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden tersebut. Ia dijatuhi sanksi berat, termasuk diskors dari tugas penerbangan serta diwajibkan mengganti sebagian biaya kerusakan.

Selain itu, laporan juga menyoroti lemahnya pengawasan internal terhadap aktivitas pengambilan gambar selama penerbangan.

Evaluasi dan Perbaikan Sistem

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi militer Korea Selatan untuk memperketat aturan disiplin penerbangan. Pengawasan terhadap aktivitas non-operasional, seperti dokumentasi pribadi, kini menjadi fokus evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga: Barcelona Kalahkan Celta Vigo, Unggul 9 Poin di Puncak Klasemen LaLiga

Editor : Ubaidillah
#angkatan udara #tabrakan pesawat #insiden penerbangan #f-15k #permintaan maaf