RadarBangkalan.id – Tahun baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah bukan sekadar penanda pergantian kalender Hijriah. Lebih dari itu, tanggal ini sarat makna spiritual dan sejarah penting bagi umat Islam.
Di momen ini, banyak kalangan menyerukan kembali semangat hijrah, bukan dalam arti fisik, melainkan transformasi diri menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam tradisi Islam, 1 Muharam dikenang sebagai tonggak hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Sebuah perjalanan monumental yang tidak hanya mengubah sejarah peradaban Islam, tapi juga menjadi simbol perjuangan, pengorbanan, dan pembaruan niat.
Baca Juga: BSU 2025 Tahap 1 Sudah Cair! Cek Syarat, Jumlah Penerima, dan Cara Penyalurannya
Di berbagai daerah, peringatan 1 Muharam dirayakan dengan sederhana, tetapi penuh makna. Mulai dari doa bersama, tausiah, hingga pawai budaya islami yang melibatkan santri, pelajar, dan masyarakat umum.Menurut Ustaz Latif, Muharam adalah bulan yang dimuliakan dalam Islam. "Di bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh karena pahalanya dilipatgandakan. Salah satunya dengan puasa Asyura di tanggal 10 Muharam," jelasnya.
Selain ibadah, Muharam menjadi saat yang tepat untuk merefleksi diri. Banyak kalangan menjadikannya sebagai titik tolak perubahan ke arah yang lebih positif.
Baca Juga: Gus Azmi Resmi Nikah Muda dengan Selebgram Cantik Khansa Mariska, Ternyata Cucu Ulama Besar!
"Kalau tahun masehi kita bikin resolusi, maka 1 Muharam adalah waktunya kita bikin niat-niat hijrah. Tinggalkan hal-hal negatif yang selama ini kita lakukan, dan mulai hidup lebih bermakna," ungkap Fatimah Rahma, mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya.
Tak hanya aspek spiritual, 1 Muharam juga menyimpan nilai edukatif dan sosial. Di sejumlah sekolah berbasis Islam di Jawa Timur, siswa diajak mengenal sejarah hijrah, mengisi kegiatan dengan lomba kaligrafi, ceramah, dan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim.Pemprov Jawa Timur melalui Biro Kesejahteraan Rakyat juga menggelar rangkaian peringatan 1 Muharam secara daring dan luring. Kegiatan itu diisi dengan zikir, doa kebangsaan, dan penguatan nilai moderasi beragama.
Di tengah kehidupan yang semakin cepat dan kompetitif, 1 Muharam hadir sebagai penyejuk hati. Mengingatkan umat agar tak hanya fokus pada duniawi, tapi juga memperhatikan dimensi rohani.Baca Juga: Ratusan Jamaah Haji Kloter 12 Dialihkan ke Medan karena Ancaman Bom, Terbang ke Jakarta Hari Ini
Tahun baru Islam bukan hanya milik umat Islam semata, tapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa. Semangat hijrah adalah nilai universal—tentang perubahan ke arah yang lebih baik—yang bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja.
Selamat Tahun Baru Islam 1447 H. Mari berhijrah menuju pribadi dan negeri yang lebih bermartabat. (*)