News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Mengapa Nabi Muhammad SAW Mengajurkan Puasa Asyura?

Ina Herdiyana • Jumat, 27 Juni 2025 | 03:46 WIB

Photo
Photo

RadarBangkalan.id – Puasa Asyura adalah salah satu ibadah sunah yang dilaksanakan pada 10 Muharam dalam kalender Hijriah.

Hari ini memiliki makna mendalam dalam sejarah Islam dan menjadi momen penting bagi umat Islam untuk beribadah dan merenungkan perjalanan spiritual.

Puasa Asyura berasal dari kata "Asyura" yang berarti "kesepuluh" dalam bahasa Arab. Puasa ini dilaksanakan pada hari ke-10 bulan Muharam, yang merupakan bulan pertama dalam kalender Islam.

Baca Juga: Keutamaan 1 Muharam dalam Islam, Penuh Pahala dan Sarat Hikmah

Puasa Asyura memiliki makna sebagai bentuk syukur kepada Allah atas berbagai nikmat yang diberikan, serta sebagai pengingat akan pentingnya pengendalian diri dan disiplin.

Puasa Asyura memiliki akar sejarah yang kuat. Dalam tradisi Islam, puasa ini sudah dilakukan sejak zaman Nabi Musa AS.

Pada hari ini, Nabi Musa dan Bani Israil diselamatkan dari kejaran Firaun. Sebagai ungkapan syukur atas keselamatan tersebut, Nabi Musa berpuasa.

Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau menemukan bahwa orang-orang Yahudi juga berpuasa pada hari ini sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Musa.

Beliau kemudian menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Keutamaan Puasa Asyura:

  1. Penghapusan Dosa: Salah satu keutamaan puasa Asyura adalah pahala yang dijanjikan oleh Allah. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim). Dengan berpuasa pada hari ini, umat Islam berkesempatan untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

  2. Meneladani Nabi Musa AS: Dengan melaksanakan puasa Asyura, umat Islam mengikuti jejak Nabi Musa AS yang berpuasa sebagai ungkapan syukur atas keselamatan Bani Israil. Ini menjadi simbol rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan.

  3. Meningkatkan Kesadaran Spiritual: Puasa adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan menahan diri dari makan dan minum, umat Islam diajak untuk merenungkan kehidupan, meningkatkan kesadaran spiritual, dan memperbaiki diri.

  4. Memperkuat Rasa Persaudaraan: Puasa Asyura juga dapat memperkuat rasa persaudaraan di antara umat Islam. Dengan melaksanakan puasa ini secara bersama-sama, umat Islam di seluruh dunia merasakan ikatan yang kuat sebagai satu komunitas.

  5. Momen untuk Berdoa: Hari Asyura adalah waktu yang tepat untuk berdoa dan memohon kepada Allah. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan permohonan pada hari ini, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.

Puasa Asyura dapat dilaksanakan dengan cara yang sama seperti puasa sunah lainnya. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti:

  1. Niat: Niatkan dalam hati untuk berpuasa pada hari tersebut. Niat tidak perlu diucapkan secara lisan, cukup dalam hati.

  2. Menjaga Amalan: Selama berpuasa, hindari perbuatan yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan berbicara yang tidak baik.

  3. Berdoa: Setelah berbuka puasa, luangkan waktu untuk berdoa dan memohon kepada Allah agar tahun yang baru ini dipenuhi dengan keberkahan dan kebaikan.

Editor : Ina Herdiyana
#tahun baru islam #1 Muharam 1447 Hijriah #puasa asyura