News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Rumah Pribadi Disulap Jadi Kantor DPC, MH Said Abdullah Awali Perjuangan Politik sejak Muda

Ina Herdiyana • Selasa, 1 Juli 2025 | 21:00 WIB

MEMIMPIN RAPAT: MH Said Abdullah bertindak sebagai pimpinan dalam suatu rapat.
MEMIMPIN RAPAT: MH Said Abdullah bertindak sebagai pimpinan dalam suatu rapat.

RadarBangkalan.id – Kiprah politik MH Said Abdullah di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dimulai sejak usia muda.

Ketertarikannya terhadap ajaran Bung Karno tumbuh sejak duduk di bangku SMP hingga SMA.

Dia rajin membaca buku-buku pemikiran presiden RI pertama itu dan tak pernah absen hadir saat kampanye PDIP yang digelar di Sumenep.

"Saya masuk PDI itu mengalir saja. Dulu cari kantor partai di Sumenep susahnya luar biasa, padahal letaknya di tengah kota," kenang Said.

Pada 1982–1985, Said dipercaya menjabat Ketua DPC Banteng Muda Indonesia Kabupaten Sumenep.

Meski saat itu usianya belum cukup, dia juga ditunjuk menjadi ketua Pemuda Demokrat, organisasi underbow PDIP.

"Enggak tahu prosesnya bagaimana, tiba-tiba saya diminta jadi ketua. Mulai saat itu, saya sering ikut rapat ke Surabaya," katanya.

Baca Juga: Mengapa Nabi Muhammad SAW Mengajurkan Puasa Asyura?

Dia mengenang perjuangan di masa itu tak semudah sekarang. Dari Sumenep ke Surabaya masih memakan waktu 6–8 jam perjalanan, tanpa Jembatan Suramadu, dan akses jalan masih terbatas.

Dia harus menempuhnya dengan sepeda motor, tetapi tak pernah merasa lelah.

"Yang penting ada keyakinan dan ideologi sebagai bintang penuntun. Semua yang kita capai hari ini adalah hasil proses panjang, bukan hal instan," ujarnya.

Tahun 1983, setelah sekretaris DPC PDIP Sumenep saat itu, Murat, meninggal dunia karena serangan jantung, Said ditunjuk sebagai penggantinya oleh Ketua DPD PDIP Jatim Marsusi. Saat itu, ketua DPC PDIP Sumenep dijabat Zakariyah.

Baca Juga: Keutamaan 1 Muharam dalam Islam, Penuh Pahala dan Sarat Hikmah

Menjadi pengurus partai di masa muda di tengah dominasi Partai Golkar dan PPP bukan hal mudah.

Namun, Said tetap konsisten memperjuangkan PDIP di daerah.

Dedikasinya bahkan sampai menjadikan rumah pribadi sebagai kantor DPC PDIP Sumenep.

"Saat Ibu Mega berkunjung ke Sumenep, beliau mampir ke rumah saya karena memang rumah itu jadi sekretariat DPC," kenangnya.

Baca Juga: Menggali Inspirasi Politik: Kisah MH Said Abdullah dan Buku Pertama yang Mengubah Hidupnya

Kini MH Said Abdullah dikenal sebagai salah seorang politikus PDIP dengan perolehan suara tertinggi secara nasional pada Pemilu 2024.

Kiprah panjangnya membuktikan bahwa kesetiaan ideologi dan konsistensi berjuang sejak dini menjadi kunci keberhasilannya. (daf)

Editor : Ina Herdiyana
#MH Said Abdullah #politik #perjuangan #Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)