News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Seandainya Pemerintahan Bisa Seperti Kontingen Porprov

Mohammad Sugianto • Rabu, 9 Juli 2025 | 01:36 WIB

Ilustrasi : Atlet Kab, Bangkalan masuk 10 besar dalam ajang Porprov Jatim IX
Ilustrasi : Atlet Kab, Bangkalan masuk 10 besar dalam ajang Porprov Jatim IX

(Oleh: Mohammad Sugianto Wartawan Senior Jawa Pos Radar Madura)

Saya membayangkan satu hal.

Bagaimana jika semangat para atlet Bangkalan di Porprov Jatim IX itu menular ke dalam tubuh pemerintahan Kabupaten Bangkalan?

Bayangkan kalau kepala dinas, camat, lurah, staf, dan tukang ketik sekalipun bekerja seperti pelatih dan atlet silat yang bawa pulang medali emas itu. Pagi-siang-malam berkeringat demi satu hal: Prestasi!

Di Malang Raya, Bangkalan tidak sekadar hadir. Bangkalan menyengat. Bertarung. Berani. Pulang dengan kepala tegak. Masuk 10 besar. Medali mengalir. Total 88 medali, 24 di antaranya emas. Poin 196.

Sampang? Rangking 27.
Pamekasan? Masih di 24.
Sumenep? Wah, ke-31.

Saya tidak ingin membandingkan terlalu jauh. Tapi data tidak bisa bohong. Fakta tidak bisa dibantah. Dan prestasi tidak bisa dibuat pakai proposal. Itu hasil kerja keras.

Bangkalan, di Porprov, bisa menyalip saudara-saudaranya di Madura. Padahal dari sisi APBD, dari sisi infrastruktur, dari sisi jumlah penduduk dan potensi daerah, ya, setara-setara saja. Bahkan ada yang lebih. Lalu kenapa bisa? Jawabannya satu: Semangat kolektif.

Di Porprov itu, tidak ada ego sektoral. Tidak ada adu gengsi antar-cabor. Tidak ada kata “Ini bukan urusan saya,”. Semua membahu. Bupati, wakil bupati bahkan eks calon bupati hehehehe, juga turun tangan. Semua punya satu arah, satu tujuan: Menang.

Bayangkan kalau semangat seperti itu dipakai dalam pembangunan Bangkalan. Dalam pengentasan kemiskinan. Dalam reformasi birokrasi. Dalam perbaikan layanan publik. Bangkalan tidak hanya lari—Bangkalan bisa sprint.

Saat pelepasan kontingen, Bupati Bangkalan Lukman Hakim bilang: "Minta apa, layani."

Kalimat itu sederhana. Tapi menunjukkan bahwa kalau pemimpin serius, sistem akan bergerak. Kalau mau menang, anggaran bisa cair. Fasilitas bisa dibenahi. Perhatian bisa ditingkatkan.

Coba bawa semangat itu ke kantor-kantor dinas atau OPD. Ke ruang-ruang musrenbang. Ke sidang paripurna. Apakah ada kalimat serupa untuk rakyat? Untuk petani? Untuk UMKM? Untuk pelayanan kesehatan?

Seringnya, rakyat minta, malah dilempar ke meja sebelah.

Saya ingin kembali berkhayal sedikit.

Apa jadinya kalau pejabat Bangkalan punya pelatih disiplin seperti pelatih taekwondo? Yang tiap pagi suruh push-up karena terlambat datang rapat.

Apa jadinya kalau evaluasi kinerja OPD seperti klasemen Porprov? Yang tidak berprestasi langsung degradasi? Pasti banyak yang pindah kantor. Atau pensiun dini. hehehhe

Tapi mungkin itulah yang dibutuhkan: Cara berpikir atletik dalam birokrasi.

Bangkalan punya potensi. Itu mantra lama. Tapi Porprov ini jadi bukti: potensi itu bisa jadi prestasi. Bisa terwujud. Asal niatnya kolektif. Asal semua bergerak ke arah yang sama.

Kini saatnya pertanyaan besar kita ajukan:

Kalau kontingen bisa masuk 10 besar Jawa Timur, kenapa pemerintahan tidak bisa? Pasti bisalah, Bupati dan wakilnya? Kelihatan sudah seperti pelatih. Gercep. Sigap. Sudah mulai pasang strategi.

Masalahnya tinggal satu:
Anak buahnya mau lari atau tetap jalan di tempat?

Karena sehebat apapun pelatihnya, kalau tim-nya cuma sibuk selfie di pinggir lapangan, ya… jangankan menang, nyentuh bola pun susah.

Mudah-mudahan ke depan, semangat atlet ini bisa nular ke pejabat.
Biar tidak cuma pintar rapat, tapi juga bisa bikin gol. Kalau masih belum bisa juga?

Ya mungkin karena memang belum pernah benar-benar mau menang. Wassalam.!!!

 

Editor : Mohammad Sugianto
#pemkab bangkalan #poprov jatim #Wabup Bangkalan #bupati bangkalan #opd