News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Oposisi? Bukan! PDIP Tegaskan Diri sebagai Mitra Pemerintah Prabowo dalam Relasi Kakak-Adik yang Diwariskan Mega

Ina Herdiyana • Kamis, 31 Juli 2025 | 19:55 WIB
Momen H. Muhammad Prananda Prabowo merangkul Puan Maharani pada acara Bimtek PDI Perjuangan di Bali.
Momen H. Muhammad Prananda Prabowo merangkul Puan Maharani pada acara Bimtek PDI Perjuangan di Bali.

RadarBangkalan.id – Merespons pernyataan rekan-rekan wartawan tentang foto pelukan hangat Mas Prananda dan Mbak Puan di berbagai media, perlu dijelaskan bahwa keduanya saudara. Yaitu, kakak dan adik. Jadi, hubungan harmonis di antara mereka adalah hal yang wajar dan memang demikian adanya. Harmoni ini tidak hanya mencerminkan hubungan pribadi mereka, tetapi juga mencakup keseluruhan jajaran kepartaian. PDI Perjuangan solid bukan sekadar slogan; hubungan harmonis antara mereka berdua merupakan cerminan dari ikatan biologis dan ideologis dengan Ibu Mega dan PDI Perjuangan.

Apalagi, Mbak Puan dan Mas Prananda sama-sama tumbuh dan dibesarkan dalam rumah besar PDI Perjuangan. Mereka berporses dan turut memberi warna bagi kiprah PDI Perjuangan kemarin, hari ini, dan kedepan. Sebab itu, kami sangat menyukuri kiprah beliau berdua untuk ikut membesarkan partai.

PDI Perjuangan solid di bawah kepemimpinan Ibu Mega. Perbedaan pendapat tidak bisa kita maknai sebagai faksional di dalamnya. Justru itulah wujud dari demokrasi di PDI Perjuangan. Wacana boleh berbeda. Namun ketika Ibu ketua umum memutuskan, kami semua solid mendukung penuh keputusan tersebut.

 Baca Juga: Said Abdullah Kritik Keras WTO dan IMF: Kalau Tak Berfungsi, Lebih Baik Dibubarkan Saja

Dengan demikian, keberadaan Mbak Puan dan Mas Prananda menopang penuh kepemimpinan Ibu Mega. Beliau berdua hanya berbagi peran dan penugasan politiknya yang ditujukan untuk kebesaran PDI Perjuangan. Jadi, di PDI Perjuangan hanya ada satu faksi di bawah Ibu Mega selaku ketua umum PDI Perjuangan. Berkaitan dengan hal itu, agenda Bimtek DPR dan DPRD se-Indonesia kemarin ingin menerjemahkan tugas lebih operasional agar peran politik PDI Perjuangan di DPRD dan DPR lebih produktif.

Bimtek ini menerjemahkan arahan Ibu ketua umum agar kader-kader PDI Perjuangan di legislatif lebih produktif, memiliki pengetahuan kelegislasian yang mempuni dalam menjelaskan fungsi anggaran, pengawasan, dan legislasi. Dengan kemampuan kelegislasian yang baik, diharapkan oleh Ibu Ketua Umum bisa menjadi mitra pemerintah di daerah dan pusat yang produktif dalam menjalankan tugas-tugas pembangunan.

Namun, posisi ini tidak boleh dipahami sebagai fungsi oposisi. Seperti yang ditegaskan oleh Ibu Mega, sistem ketatanegaraan kita tidak mengenal oposisi, melainkan mitra kerja yang konstruktif bagi pemerintah, baik di pusat maupun daerah. Di sisi lain, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menyambut baik posisi PDI Perjuangan sebagai mitra kerja yang konstruktif, menjadi saudara politik yang baik. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden, hubungan antara PDI Perjuangan dan Gerindra diibaratkan seperti hubungan kakak dan adik, dan kami sepenuhnya mendukung serta menyambut baik hal tersebut.

Namun, posisi ini jangan dimaknai sebagai fungsi oposisi seperti juga yang ditegaskan Ibu Mega bahwa sistem ketatanegaraan kita tidak mengenal oposisi, tetapi mitra kerja yang konstruktif bagi pemerintah, baik di pusat dan daerah. Di sisi lain, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menyambut baik posisi PDI Perjuangan sebagai mitra kerja pemerintah yang konstruktif, menjadi saudara politik yang baik. Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, hubungan antara PDI Perjuangan dan Gerindra diibaratkan seperti hubungan kakak dan adik dan kami sepenuhnya mendukung serta menyambut baik hal tersebut. (*)

 

Bali,  31 Juli 2025

SAID ABDULLAH

Ketua DPP PDI Perjuangan

Editor : Ina Herdiyana
#bali #pdip #Megawati Soekarno Puteri #said abdullah #puan maharani #pdi perjuangan #prananda prabowo #bintek