News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ternyata Oli Itu Singkatan Lho! Simak Sejarah dan Evolusi Pelumas Mesin Ini

Azril Arham • Rabu, 13 Desember 2023 | 21:39 WIB

 

Ilustrasi Oli Mesin
Ilustrasi Oli Mesin

RadarBangkalan.id - Oli adalah salah satu komponen penting dalam mesin kendaraan maupun peralatan lain yang menggunakan mesin.

Oli berfungsi untuk mengurangi gesekan, mendinginkan, melindungi, dan membersihkan bagian-bagian mesin yang saling bersentuhan.

Namun, tahukah Anda bahwa kata oli ternyata merupakan sebuah singkatan?

Dan bagaimana sejarah perkembangan oli dari masa ke masa?

Oli adalah singkatan dari Oelie

Kata oli yang kita kenal sekarang berasal dari bahasa Belanda, yaitu Oelie. Oelie sendiri merupakan singkatan dari Olie en Vetten, yang artinya minyak dan lemak.

Ini karena pada awalnya, pelumas yang digunakan untuk mesin terbuat dari minyak nabati atau lemak hewan.

Namun, seiring dengan perkembangan teknologi mesin, minyak nabati dan lemak hewan tidak lagi memenuhi kebutuhan pelumasan yang optimal.

Oleh karena itu, mulai ditemukan pelumas sintetis yang terbuat dari bahan kimia, seperti minyak bumi, bitumen, dan sabun kalsium.

Sejarah perkembangan oli dari zaman kuno hingga modern

Oli sudah digunakan sejak zaman kuno, ketika manusia mulai menggunakan roda untuk berbagai keperluan.

Pada masa Mesopotamia, sekitar 4500-3300 SM, roda yang terbuat dari tanah liat dilumasi dengan air, lemak hewan, atau darah untuk mengurangi gesekan dengan kayu.

Pada masa Mesir Kuno, sekitar 2000 SM, minyak zaitun digunakan untuk melumasi kayu yang digunakan untuk memindahkan batu besar saat pembangunan piramid.

Selain itu, cairan yang tidak diketahui jenisnya dituangkan pada jalur kereta yang membawa patung-patung, untuk memudahkan transportasi.

Pada masa Yunani dan Romawi Kuno, sekitar 800-500 SM, pelumas yang mengkombinasikan jeruk nipis dan minyak zaitun digunakan untuk melumasi as roda pada kereta kuda.

Cato the Elder, seorang penulis Romawi, menyarankan agar as roda dilumasi dengan minyak zaitun yang sudah dididihkan terlebih dahulu, agar memiliki kekentalan tertentu.

Pada abad pertengahan, Leonardo da Vinci, seorang penemu dan ilmuwan terkenal, memperkenalkan konsep koefisien gesekan, yaitu rasio antara gaya gesekan dan gaya normal.

Ia juga menemukan bahwa gesekan dapat dikurangi dengan menggunakan pelumas yang sesuai dengan permukaan benda yang bersentuhan.

Pada abad ke-18, Revolusi Industri memicu perkembangan mesin uap, yang membutuhkan pelumas yang lebih tahan panas dan tekanan.

Pada saat itu, minyak nabati, seperti minyak kelapa, minyak biji rami, dan minyak biji kapas, digunakan sebagai pelumas mesin uap.

Namun, minyak nabati ini mudah menguap dan mengental pada suhu rendah, sehingga tidak efisien.

Pada abad ke-19, penemuan minyak bumi membuka era baru dalam sejarah oli.

Minyak bumi memiliki sifat yang lebih baik daripada minyak nabati, seperti lebih tahan panas, lebih stabil, dan lebih murah.

Minyak bumi juga dapat diproses menjadi berbagai jenis oli dengan viskositas yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan mesin.

Pada abad ke-20, perkembangan industri otomotif dan penerbangan menuntut oli yang lebih berkualitas dan spesifik.

Oleh karena itu, mulai ditemukan aditif, yaitu bahan tambahan yang ditambahkan pada oli untuk meningkatkan performa dan melindungi mesin.

Beberapa contoh aditif adalah anti oksidan, anti karat, anti busa, dan penstabil viskositas.

Pada abad ke-21, oli terus mengalami inovasi dan peningkatan, seiring dengan perkembangan teknologi mesin yang semakin canggih dan ramah lingkungan.

Oli sintetis, yang terbuat dari bahan kimia murni, menjadi pilihan utama untuk mesin modern, karena memiliki sifat yang lebih unggul daripada oli mineral, seperti lebih tahan lama, lebih hemat bahan bakar, dan lebih ramah lingkungan.

Kesimpulan

Oli adalah pelumas yang sangat penting untuk menjaga performa dan keawetan mesin.

Kata oli berasal dari bahasa Belanda, Oelie, yang merupakan singkatan dari Olie en Vetten, yang artinya minyak dan lemak.

Sejarah perkembangan oli sangat panjang dan menarik, dari zaman kuno hingga modern, dari minyak nabati hingga sintetis, dari roda tanah liat hingga mesin jet.

Oli adalah bukti dari kemajuan peradaban manusia yang tak pernah berhenti menciptakan dan berinovasi. ***

 

Editor : Azril Arham
#pelumas #sejarah #oli #Mesin #motor