RadarBangkalan.id - Beberapa pemilik mobil seringkali memasang pewangi AC di kendaraan mereka, meskipun beberapa orang merasa tidak nyaman dengan aromanya.
Pewangi AC mobil, baik jenis gantung maupun cair, ternyata bisa berbahaya bagi kesehatan pengendara dan penumpang.
Menurut ahli otomotif, pengendara disarankan untuk tidak menggunakan pewangi karena mobil dari pabrikan sudah dirancang untuk memiliki kabin yang netral dan tetap segar tanpa tambahan pewangi.
Pewangi AC mobil dapat menghalangi bau AC dan menyembunyikan masalah seperti evaporator AC yang kotor.
Evaporator AC adalah komponen yang berfungsi untuk mengubah gas freon menjadi cairan, sehingga menghasilkan udara dingin yang masuk ke kabin.
Evaporator AC yang kotor dapat menjadi penyebab bau tak sedap dan dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri atau virus.
Bakteri atau virus ini dapat menimbulkan gangguan pernapasan, alergi, atau infeksi pada pengendara dan penumpang.
Untuk mengatasi masalah ini, ahli otomotif menyarankan untuk membersihkan evaporator AC secara rutin, setidaknya setiap enam bulan sekali.
Pembersihan evaporator AC biasanya memerlukan cairan disinfektan kabin yang berbahan dasar air dan tidak mengandung alkohol.
Cairan ini dapat membunuh bakteri atau virus yang menempel pada evaporator AC dan menghilangkan bau tak sedap.
Pembersihan evaporator AC dapat dilakukan di bengkel resmi atau spesialis AC mobil.
Meskipun biaya pembersihan bervariasi tergantung pada jenis mobil, sebagai contoh, Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia memiliki tarif mulai dari Rp 500 ribu.
Biaya ini tentunya lebih murah dibandingkan dengan biaya pengobatan jika terkena penyakit akibat bakteri atau virus dari AC mobil.
Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan pewangi AC mobil dan rutin membersihkan evaporator AC untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan berkendara. ***
Editor : Azril Arham