RadarBangkalan.id - Mobil bekas yang baru dicat ulang terkadang mengalami kekusaman pada catnya, menyebabkan kebingungan bagi pemilik.
Menurut pakar, beberapa faktor dapat menjelaskan fenomena ini.
Salah satunya adalah pengerjaan tahap dasar yang kurang detail, termasuk penggunaan dempul yang terlalu tebal di bodi mobil bekas.
Dempul adalah bahan yang digunakan untuk menutupi lubang, retak, atau penyok di bodi mobil sebelum dicat ulang.
Tahapan awal dari body repair hingga proses pengecatan harus dilakukan dengan detail, termasuk penggunaan dempul setipis mungkin.
Jika dempul terlalu tebal, maka akan menimbulkan masalah pada cat mobil bekas.
Dempul yang terlalu tebal dapat menyerap lapisan cat di atasnya, sehingga dalam waktu singkat, cat mobil bekas dapat terlihat kusam.
Proses penyerapan dimulai sejak tahap epoxy hingga pernis, dan semakin tebal dempul, semakin besar ruang yang dapat diserap, mengakibatkan penurunan kualitas warna mobil.
Fenomena ini dapat terlihat bahkan dalam waktu singkat setelah proses pengecatan ulang.
Hal ini tentu saja merugikan pemilik mobil bekas, yang mengharapkan hasil cat yang bagus dan tahan lama.
Untuk menghindari hal ini, ada beberapa tips yang dapat dilakukan, antara lain:
- Memilih bengkel yang berpengalaman dan profesional dalam melakukan body repair dan pengecatan ulang mobil bekas.
- Memastikan bahwa dempul yang digunakan memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar.
- Memeriksa ketebalan dempul yang diterapkan di bodi mobil bekas, dan meminta bengkel untuk menguranginya jika terlalu tebal.
- Melakukan perawatan rutin pada cat mobil bekas, seperti membersihkannya secara teratur, menghindari paparan sinar matahari langsung, dan menggunakan wax atau coating untuk melindungi cat dari debu dan kotoran.
Dengan melakukan tips di atas, Anda dapat menjaga cat mobil bekas Anda tetap bersinar dan awet. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda. ***
Editor : Azril Arham