News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Mobil Listrik Citroen Bakal Dijual Lebih Murah di Indonesia dengan Rencana Produksi Lokal

Ubaidillah • Kamis, 25 Januari 2024 | 21:21 WIB
Pengunjung melihat produk baru Citroen saat peluncuran merek tersebut di Jakarta, Selasa (4102022). (Foto: ANTARA.COM)
Pengunjung melihat produk baru Citroen saat peluncuran merek tersebut di Jakarta, Selasa (4102022). (Foto: ANTARA.COM)

Radarbangkalan.id - Citroen memiliki rencana untuk merakit mobil listriknya di Indonesia melalui salah satu fasilitas pabrik yang dimiliki oleh Grup Indomobil di Purwakarta, Jawa Barat.

"Kita sudah mulai persiapan, mudah-mudahan di 2024 ini sudah bisa CKD (Completely Knock Down) penuh," ujar CEO Citroen Indonesia, Tan Kim Pauw.

Tan menargetkan dapat melaksanakan ini setidaknya pada semester dua 2024 atau akhir tahun ini dengan harapan mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 20 hingga 40 persen.

Citroen Indonesia juga sedang mengajukan izin kepada pemerintah untuk ikut serta dalam program insentif pemerintah.

"Salah satu syarat untuk mengikuti program insentif mobil listrik ini adalah komitmen memproduksi secara lokal, dan itu akan kami mulai segera," kata Tan.

Langkah ini berpotensi membuat mobil listrik Citroen di Indonesia mengalami penyesuaian harga karena akan mendapatkan diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari pemerintah.

Saat ini, mobil listrik Citroen yang sudah beredar di Indonesia adalah E-C3, yang pertama kali diperkenalkan pada ajang otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Agustus 2023.

Mobil ini masih diimpor utuh atau Completely Built Up (CBU) dari India.

"Harga E-C3 yang kita jual sekarang sebenarnya Rp377 juta untuk versi standar, sedangkan yang full spesifikasi Rp387 juta.

Harga ini sudah kita perhitungkan mengikuti program insentif dari pemerintah. Jadi nanti kalau disetujui dari pemerintah, ya ini harga yang kita jual," tambah Tan.

 Baca Juga: Kesedihan Keluarga Korban Carok di Bangkalan Pasca 1 Minggu Masih Diwarnai Isak Tangis: Tahlilan Mat Tanjar Jadi Sorotan

Selain itu, Tan menyatakan bahwa fasilitas lokal tersebut tidak hanya akan memproduksi mobil listrik untuk pasar Indonesia tetapi juga memiliki potensi untuk ekspor ke luar negeri.

"Bisa saja (ekspor), karena di ASEAN belum ada yang punya fasilitas produksi. Lalu di ASEAN juga, E-C3 ini belum ada yang punya selain Indonesia.

Jadi, sangat berpotensi, kami juga sudah membahas hal ini, namun belum diputuskan," jelas Tan.

Diketahui, Presiden Joko Widodo telah merevisi Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Revisi ini bertujuan untuk menambah insentif guna mendorong penggunaan motor dan mobil listrik. Revisi tersebut menurunkan syarat TKDN pada kendaraan listrik,

dan secara umum, perusahaan yang berkomitmen untuk melakukan lokalisasi produknya di Indonesia akan mendapatkan insentif dalam proses impor mobil listrik utuh.

Editor : Ubaidillah
#mobil listik #dirakit di indonesia #mobil citroen