RadarBangkalan.id - Saat ban mobil mulai aus, penggantian dengan ban baru menjadi keharusan.
Namun, proses penggantian ini tidak hanya sekadar mengganti ban, melainkan juga melibatkan beberapa hal yang penting untuk kenyamanan dan performa mobil Anda di jalan.
Salah satu hal yang tak boleh terlewat saat memasang ban baru adalah melakukan proses balancing.
Balancing ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan putaran roda saat mobil bergerak.
Dengan melakukan balancing, putaran roda dapat dijamin benar-benar bulat dan lurus, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya getaran yang mengganggu.
Menurut Mus Mulyadi, kepala bengkel Bridgestone One Stop Service (BOSS) di Kalimalang, Jakarta Timur, "Alat simulasi ini akan membuat roda berputar dan kita bisa mengetahui titik mana yang belum seimbang. Walau ban mobil yang dipakai ukuran dan tipenya sama nantinya pasti akan berbeda titik seimbangnya."
Mengapa balancing perlu dilakukan kembali setelah pemasangan ban baru?
Ketika mobil bergerak dengan kecepatan tinggi, roda yang tidak seimbang dapat menyebabkan getaran atau vibrasi yang merambat ke seluruh mobil, bahkan sampai ke setir.
Oleh karena itu, melakukan balancing ulang setelah memasang ban baru sangatlah penting.
"Hal ini menjadi krusial karena jika putaran roda stabil, maka dapat dipastikan tidak akan ada getaran yang terasa pada setir," jelas Hendrata, Kepala bengkel Isuzu Asco di Bekasi Timur.
Selain melakukan balancing, penting juga untuk memastikan bahwa tekanan angin pada ban baru sudah disesuaikan dengan standar yang ditentukan.
Dengan menjaga tekanan angin yang seimbang, Anda dapat meningkatkan kenyamanan berkendara serta memperpanjang umur pakai ban.
Dengan memperhatikan semua hal ini, Anda dapat memastikan mobil Anda tetap nyaman dan aman saat digunakan dengan ban baru yang telah dipasang dengan benar dan seimbang.
Jadi, jangan abaikan proses-proses penting ini saat mengganti ban mobil Anda.
Editor : Azril Arham