RadarBangkalan.id - Apakah mobil bekas kesayangan Anda mengalami putaran mesin yang tidak stabil atau terasa ndut-ndutan?
Masalah ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kerusakan pada air flow meter (AFM).
Air flow meter berfungsi untuk membaca pasokan udara ke dalam mesin. Jika komponen ini mengalami error, maka Engine Control Unit (ECU) bisa menerima data yang salah, sehingga menyebabkan mesin tidak bekerja dengan optimal.
Menurut Evry Wanda Mugen, spesialis air flow meter dari Mugent Airflow Services, Cipondoh, Tangerang, kerusakan pada air flow meter dapat menyebabkan putaran mesin menjadi tidak stabil hingga mesin mati.
Gejala Air Flow Meter Bermasalah
Kerusakan air flow meter bisa dikenali dari beberapa tanda berikut:
-
Putaran mesin tidak stabil.
-
Mesin mengalami penurunan performa atau bahkan mati setelah pedal gas diinjak.
-
Konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Menurut Wanda, penyebab utama kerusakan pada air flow meter, khususnya untuk model lama, adalah lapisan arang atau karbon yang habis.
Namun, mesin yang brebet tidak selalu disebabkan oleh air flow meter saja. Ada beberapa komponen lain yang juga perlu diperiksa, seperti:
-
Idle Control Valve (ICV)
-
Sensor air flow
-
Idle up AC mobil
-
Kebocoran pada slang intake
-
Sistem pengapian, seperti koil atau busi yang mati
Dimas Harsono, mekanik dari Liberty Garage di Pondok Kacang, Tangerang Selatan, menambahkan bahwa untuk mengatasi masalah ini, tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa air flow meter rusak. Pemeriksaan menyeluruh harus dilakukan agar mendapatkan solusi yang tepat.
Solusi Jika Mesin Mobil Ndut-ndutan
Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, langkah terbaik adalah membawa mobil ke bengkel resmi atau bengkel spesialis terpercaya.
Teknisi akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti dari masalah mesin.
Dengan melakukan perawatan rutin dan mengganti komponen yang sudah usang, Anda dapat menghindari kerusakan lebih lanjut pada sistem mesin mobil. ***
Editor : Agus Sulaiman