BANGKALAN, RadarBangkalan.id– Pasar sepeda motor di Bangkalan kembali menunjukkan tren stabil dengan dominasi dua model skutik dari Honda, yakni BeAT dan Scoopy.
Dua model ini menjadi pilihan utama masyarakat selama sebulan terakhir. Baik dari kalangan pelajar, pekerja kantoran, hingga ibu rumah tangga, tampak masih menggandrungi dua motor matic tersebut.
Penelusuran RadarBangkalan.id, di sejumlah diler dan bengkel resmi menyebutkan, permintaan terhadap Honda BeAT dan Scoopy cenderung meningkat, terutama menjelang libur sekolah dan musim panen.
Baca Juga: Terbongkar! Penyertaan Modal BUMD Dikorupsi, Kejari Tangkap Tiga Pimpinan PT TMM
Bahkan, beberapa diler mencatat masa tunggu untuk Scoopy bisa mencapai 2–3 minggu akibat tingginya permintaan.
Harga Terjangkau dan Efisiensi BBM Jadi Daya Tarik
Salah satu faktor utama yang membuat Honda BeAT tetap digemari adalah harganya yang terjangkau di kisaran Rp 18 jutaan.
Motor ini juga dikenal irit bahan bakar sehingga sangat cocok untuk kebutuhan harian di wilayah pedesaan maupun perkotaan.
”Selain ringan dan ramping, konsumsi bensinnya juga hemat. Cocok untuk antar anak sekolah atau belanja ke pasar,” ujar Lailatul Sa’diyah, warga Kecamatan Burneh, yang baru saja membeli BeAT tipe CBS.
Sementara itu, Honda Scoopy menargetkan segmen anak muda dengan desain retro modern. Meskipun harganya sedikit lebih tinggi—mencapai Rp 22 jutaan—Scoopy tetap menjadi incaran karena desain dan fitur kekinian seperti smart key system dan power charger.
Baca Juga: Daftar Hero yang Dipakai Onic Indonesia saat Melawan RRQ di Final MPL ID 515
Ketersediaan Suku Cadang dan Servis Mudah
Kemudahan servis serta tersedianya suku cadang yang melimpah juga menjadi alasan mengapa dua skutik Honda ini terus bertahan di puncak popularitas.
Banyak bengkel resmi dan umum yang familiar dengan kedua model tersebut.
”Kalau BeAT atau Scoopy, sudah hafal semua mekanik. Sparepart-nya juga gampang didapat, bahkan di toko kecil pun ada,” ungkap Abdul Rohim, salah satu teknisi bengkel di Kecamatan Galis.
Baca Juga: Penjualan Suzuki Melejit, New Carry dan XL7 Dominasi Pasar Mei 2025
Gaya Hidup dan Kebiasaan Lokal
Selain alasan teknis dan ekonomis, faktor gaya hidup dan kebiasaan masyarakat Madura turut memengaruhi tren ini.
Skutik dianggap lebih praktis dan mudah dikendarai oleh semua kalangan, baik pria maupun wanita.
Di sisi lain, tampilannya yang ramping memudahkan manuver di jalanan sempit desa dan pasar tradisional.
"Kalau pakai motor besar malah repot. BeAT atau Scoopy itu pas ukurannya buat perempuan juga,” kata Nur Azizah, mahasiswi asal Bangkalan Kota.
Tidak Tergeser oleh Motor Listrik
Meski motor listrik mulai diperkenalkan di beberapa kota besar di Jawa Timur, penetrasi motor listrik di Bangkalan masih rendah.
Masyarakat dinilai belum sepenuhnya percaya pada daya tahan dan ketersediaan infrastruktur seperti stasiun pengisian baterai.
”Kalau BeAT sudah terbukti kuat dan awet. Motor listrik belum tentu cocok dipakai harian di desa,” ujar Fathurrahman, pemilik diler motor di Kecamatan Socah.
BeAT dan Scoopy terbukti belum kehilangan daya tariknya di tengah banyaknya pilihan model dan merek.
Kombinasi antara harga terjangkau, desain menarik, konsumsi bahan bakar efisien, serta kemudahan servis menjadikan keduanya tetap merajai pasar roda dua di Bangkalan.
Editor : Ina Herdiyana