BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Tren kendaraan ramah lingkungan perlahan mulai tumbuh di Bangkalan.
Salah satu produk yang kini mencuri perhatian masyarakat adalah Honda U-Qe, skuter listrik mungil yang mengusung konsep hemat energi sekaligus tampil bergaya.
Meskipun baru diluncurkan beberapa waktu lalu, sejumlah warga—terutama dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan pegawai muda—sudah mulai melirik kendaraan ini sebagai alternatif transportasi harian.
Baca Juga: Honda BeAT dan Scoopy Masih Jadi Primadona di Bangkalan: Mengapa?
Desain Modern dan Ringkas
Honda U-Qe hadir dengan desain futuristik namun minimalis, yang dianggap cocok untuk karakteristik pengguna perkotaan maupun pinggiran kota.
Bodinya kompak dan ringan, menjadikannya mudah dikendarai oleh pemula maupun pengendara wanita.
”Desainnya unik dan simpel. Waktu saya pakai ke kampus, banyak yang tanya motor apa ini. Padahal ukurannya kecil, tapi kelihatan keren,” ujar Nabila Rahma, mahasiswi asal Kecamatan Kamal, yang menjadi salah satu pengguna awal U-Qe di Bangkalan.
Efisien dan Ramah Lingkungan
Salah satu keunggulan utama Honda U-Qe adalah efisiensi energi. Dengan baterai lithium-ion berkapasitas 800 watt, U-Qe mampu menempuh jarak sekitar 40–50 km dalam satu kali pengisian daya penuh.
Baca Juga: Penjualan Suzuki Melejit, New Carry dan XL7 Dominasi Pasar Mei 2025
”Biaya operasionalnya jauh lebih murah dibanding motor bensin. Cukup charge di rumah semalaman, bisa dipakai seharian penuh,” jelas Hasyim Wahid, pemilik diler motor listrik di Kecamatan Burneh.
Selain itu, U-Qe nyaris tidak mengeluarkan suara dan tentu bebas emisi. Hal ini mendukung kampanye pengurangan polusi udara di wilayah perkotaan, sekaligus menjadi solusi kendaraan alternatif di tengah fluktuasi harga BBM.
Cocok untuk Aktivitas Harian Ringan
Honda U-Qe memang tidak dirancang untuk kecepatan tinggi atau perjalanan jarak jauh. Namun, bagi warga yang berkegiatan di radius pendek—seperti ke pasar, sekolah, kampus, atau kantor kelurahan—U-Qe dinilai cukup andal.
“Motor ini bukan untuk kebut-kebutan. Tapi kalau sekadar antar anak sekolah atau ngajar ngaji di kampung, sudah sangat cukup,” tutur Siti Nurjanah, guru honorer asal Kecamatan Socah.
Baca Juga: Yamaha FreeGo 125 Terbaru Hadir dengan Warna dan Desain yang Lebih Modern
Dukungan Pemerintah Masih Terbatas
Meski mulai dilirik, adopsi motor listrik seperti U-Qe di Bangkalan masih menghadapi tantangan. Salah satunya adalah minimnya infrastruktur pengisian daya publik dan dukungan insentif dari pemerintah daerah.
”Kalau ada subsidi atau tempat charging umum seperti di Surabaya, mungkin lebih banyak yang minat. Sekarang orang masih ragu karena fasilitasnya terbatas,” ungkap Hasyim.
Langkah Awal Menuju Kendaraan Ramah Lingkungan
Kehadiran Honda U-Qe bisa menjadi langkah awal menuju transisi kendaraan listrik di Madura.
Dengan harga relatif terjangkau di kisaran Rp 8–10 jutaan dan biaya operasional yang rendah, U-Qe membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk beralih ke transportasi berbasis listrik.
Honda U-Qe membuktikan bahwa skuter listrik tak hanya soal teknologi, tapi juga soal gaya hidup. Hemat, simpel, dan stylish—tiga alasan yang mulai menarik hati warga Bangkalan untuk berpaling dari mesin bensin dan menyambut era kendaraan ramah lingkungan.
Editor : Ina Herdiyana