News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Bahaya Menunda Tune Up Mobil: Boros BBM, Mesin Rusak, hingga Risiko Mogok di Jalan

Mohammad Sugianto • Senin, 14 Juli 2025 | 01:32 WIB
Seorang mekanik sedang memeriksa mesin kendaraan untuk diservis
Seorang mekanik sedang memeriksa mesin kendaraan untuk diservis

Radarbangkalan.id – Jangan remehkan perawatan mobil, terutama tune up. Meski terlihat sepele, menunda proses ini bisa berdampak serius pada performa kendaraan dan keselamatan pengemudi. Banyak pemilik mobil yang baru sadar setelah gejala kerusakan muncul satu per satu. Padahal, dengan perawatan berkala, semua itu bisa dicegah sejak dini.

Berikut ini sejumlah dampak buruk yang bisa terjadi jika Anda menunda tune up mobil:

1. Tarikan Mesin Lemot, Performa Turun

Penurunan kinerja mesin biasanya terjadi perlahan. Komponen seperti busi, filter udara, hingga sistem pembakaran bisa menjadi kotor atau aus. Akibatnya, mesin terasa berat saat digas, akselerasi lambat, dan mobil kehilangan responsifitas. Hal ini tentu sangat mengganggu kenyamanan berkendara, terutama saat butuh tenaga lebih di tanjakan atau saat menyalip.

2. Bahan Bakar Jadi Lebih Boros

Pembakaran yang tidak sempurna karena busi rusak atau filter udara kotor bikin konsumsi BBM meningkat. Mesin harus bekerja lebih keras dari biasanya, sementara tenaga yang dihasilkan justru tidak sebanding. Selain merogoh kocek lebih dalam, kondisi ini juga memperburuk emisi gas buang—artinya tidak ramah lingkungan.

3. Kerusakan Mesin Bisa Makin Parah

Masalah kecil seperti busi mati atau throttle body kotor jika dibiarkan, bisa merembet ke kerusakan besar. Blok mesin bisa jebol, sistem pembakaran bisa rusak total. Perbaikannya? Tentu saja tidak murah, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah atau lebih.

4. Mobil Berpotensi Mogok di Tengah Jalan

Komponen yang sudah melemah tetapi tidak dicek berkala berisiko menyebabkan mobil mogok tiba-tiba. Kondisi ini sangat berbahaya apalagi jika terjadi di tengah jalan raya atau tol. Selain membahayakan keselamatan, juga bikin repot pengendara lain.

5. Nilai Jual Mobil Turun

Mobil yang tidak rutin diservis atau tidak punya catatan perawatan lengkap akan sulit dijual kembali. Pembeli umumnya lebih tertarik pada mobil yang terawat dengan baik. Menunda tune up bisa menurunkan harga jual, meski tampilan luar kendaraan masih terlihat mulus.

6. Risiko Kecelakaan Meningkat

Komponen yang tidak pernah dicek secara berkala—seperti rem, sistem kelistrikan, atau suspensi—bisa tiba-tiba bermasalah. Bayangkan jika rem blong di turunan hanya karena Anda lalai servis. Tune up rutin bukan sekadar menjaga performa, tapi juga soal keselamatan nyawa.

Rekomendasi: Servis Rutin Setiap 5.000–10.000 KM

Agar mobil tetap prima dan aman digunakan, disarankan melakukan tune up setiap 5.000 hingga 10.000 kilometer atau setiap 3–6 bulan sekali, sesuai petunjuk pabrikan. Sesuaikan juga dengan intensitas penggunaan kendaraan harian Anda.

Menunda tune up bukan menghemat, justru membuka jalan pada kerusakan yang lebih parah dan biaya servis lebih besar. Rawat mobil sebelum bermasalah. Jangan tunggu rusak, baru ke bengkel!

 

Editor : Mohammad Sugianto
#mobil #servis mobil #Boros BBM #kendaraan mogok