BEBERAPA hari terakhir, media sosial dihebohkan dengan video para pengguna bahan bakar pertalite. Pengguna bahan bakar pertalite banyak mengeluh dan mengaku menjadi korban pertalite di Pertamina.
Sebab, setelah sepeda diisi bahan bakar pertalite, tiba-tiba tarikan gasnya menjadi brebet atau nyendat-nyendat sehingga mereka harus membawa sepeda motor yang dimilikinya ke bengkel.
Terpantau dari unggahan video di media sosial, banyak sekali sepeda motor yang antre di beberapa bengkel dengan problem yang sama, yakni brebet.
Atas kejadian ini, masyarakat menyoroti pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia.
”Tidak benar jika etanol di BBM tidak bagus, buktinya negara yang lain sudah pakai,” jelasnya.
Atas pernyataan Bahlil, masyarakat banyak mengkritik karena mereka menduga brebet yang dialami sepeda motor mereka kemungkinan besar disebabkan campuran etanol pada BBM.
Sebab, etalon itu sifatnya menyerap air dan dapat melarutkan kerak-kerak di dalam tangki.
Akibatnya, bahan bakar menjadi kotor dan kemungkinan besar bisa mengakibatkan brebet pada sepeda motor.
Sebenarnya, tujuan pemerintah mencampur etanol pada bahan bakar untuk meningkatkan angka oktan bensin, mengurangi emisi gas rumah, serta mendukung bahan bakar terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
Namun, tidak semua kebijakan diterima dengan baik oleh masyarakat. Jadi, beberapa kebijakan memerlukan evaluasi menyeluruh agar tidak ada yang merasa di rugikan. (Baiq Alwi)
Editor : Ina Herdiyana