News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Motor Matic Premium Makin Digemari, Tapi Honda PCX Justru Berjuluk 'Motor Curut', Kenapa?

Yusron Hidayatullah • Jumat, 21 November 2025 | 01:13 WIB
Motor Matic Honda PCX dijuluki motor curut
Motor Matic Honda PCX dijuluki motor curut

Bangkalan, Radarbangkalan.id – Di tengah tren motor matic premium yang makin digemari masyarakat, Honda PCX justru menjadi sorotan karena banyaknya kritik yang dilontarkan terhadap desain dan kualitasnya. 

Padahal, secara harga dan kelas, PCX sejajar dengan Yamaha NMAX dan Aerox yang justru mendapat pujian dari pengguna.

Fenomena ini muncul di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat cenderung memilih motor yang bisa dikredit dengan DP rendah. 

Motor matic premium dengan harga Rp40 juta ke atas tetap laku keras selama cicilan bulanan tidak terlalu tinggi.

Namun, di balik kemudahan itu, banyak pengguna yang akhirnya terjebak bunga cicilan besar dan biaya perawatan yang tak ringan.

Di Indonesia, dua produsen besar bersaing di segmen ini: Yamaha dengan NMAX dan Aerox, serta Honda dengan PCX.

Menariknya, NMAX dan Aerox kerap dipuji karena desain sporty dan performa yang dianggap cocok untuk anak muda.

Sebaliknya, Honda PCX justru sering dihujat, bahkan dijuluki “motor curut” karena bentuk depannya yang meruncing dan siluetnya yang dianggap tidak proporsional.

Desain PCX yang elegan dan membulat memang berbeda dari tren sporty yang digemari di Indonesia.

Hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh selera desain Jepang yang cenderung simpel dan membulat, seperti terlihat pada evolusi Honda Fit dan beberapa motor lainnya.

Perbedaan selera inilah yang membuat PCX kurang diterima secara visual oleh sebagian pengguna di Indonesia.

Namun kritik terhadap PCX tidak berhenti di desain. Beberapa pengguna juga mengeluhkan masalah teknis seperti:

- Comstir yang mudah rusak dan sulit diganti, karena harus membongkar bodi halus.

- Ground clearance rendah, membuat bagian bawah motor rawan terkena batu atau polisi tidur ekstrem.

- Tangki yang mudah berkarat, serta kualitas pernis yang dianggap tipis dan mudah lecet.

Di sisi lain, perilaku sebagian pengguna PCX yang terlalu membanggakan motornya juga memicu reaksi negatif.

Sikap overproud ini membuat PCX semakin dicari-cari kekurangannya, bahkan sampai muncul anggapan bahwa motor ini hanya cocok untuk “emak-emak.”

Meski begitu, tidak semua kritik terhadap PCX bersifat objektif.

Sebagian besar keluhan muncul dari perbedaan ekspektasi dan gaya berkendara. PCX memang dirancang sebagai motor matic elegan, bukan sporty.

Maka membandingkannya dengan NMAX atau Aerox dari sisi agresivitas desain tentu tidak relevan.

Kesimpulannya, Honda PCX tetap memiliki keunggulan sebagai motor matic premium dengan desain khas dan kenyamanan berkendara.

Namun, beberapa aspek teknis dan perbedaan selera desain memang layak jadi bahan evaluasi.

Bagi calon pembeli, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan, gaya berkendara, dan lingkungan penggunaan sebelum memilih motor matic premium.

Editor : Yusron Hidayatullah
#Aerox #yamaha nmax #honda pcx #motor matic