News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ribetnya Perawatan Honda PCX 160, Ganti Komstir Harus Bongkar Total

Yusron Hidayatullah • Jumat, 21 November 2025 | 16:34 WIB
Honda PCX 160
Honda PCX 160

Bangkalan, Radarbangkalan.id – Honda PCX 160 memang memiliki fitur elegan.

Motor matic premium yang digadang-gadang sebagai pesaing Yamaha NMAX ini justru memiliki segudang masalah terutama di perawatan.

Mulai dari desain yang dianggap “gepeng”, fitur yang jarang dipakai, hingga masalah teknis yang bikin perawatan jadi mimpi buruk.

Motor yang pertama kali diperkenalkan PT Astra Honda Motor (AHM) pada 2021 ini dibekali mesin 157 cc dengan teknologi eSP+.

Di atas kertas, performanya unggul: torsi puncak 14,7 Nm dan tenaga maksimal 16 PS. Tapi di jalanan, banyak pengguna mengeluh soal kenyamanan dan durabilitas.

Seperti yang dikutip dari akun youtube @Automotiveinfo, berikut beberapa masalah yang sering di alami user PCX 160: 

Fitur Modern, Tapi Banyak yang Mubazir

PCX 160 hadir dengan fitur-fitur canggih seperti Idling Stop System, Emergency Stop Signal, dan Honda Selectable Torque Control (HSTC).

Namun, sebagian pengguna menilai fitur-fitur tersebut jarang digunakan dan tidak terlalu berdampak pada pengalaman berkendara.

Desain Elegan Tapi Kontroversial

Secara tampilan, PCX 160 memang lebih modern dibanding generasi sebelumnya. Tapi bentuk bodi yang lebar dan pipih justru memicu olok-olok.

Bagian depan disebut mirip topeng opera Cina, sementara bokongnya lebar seperti kipas zaman dulu.

Tak sedikit pengguna yang menambahkan aksesori berlebihan, membuat montir kesulitan saat servis.

Ganti Komstir? Bongkar Total!

Keluhan terbesar datang dari sektor perawatan. Untuk mengganti komstir, montir harus membongkar seluruh bodi: dari belakang, depan, tengah, hingga stang.

Proses ini memakan waktu lama dan berisiko merusak klip atau baut. Di bengkel resmi pun, hasil bongkaran kadang bikin bodi renggang.

Ground Clearance Rendah, Krengkes Gampang Pecah

Meski punya ground clearance 137 mm, posisi mesin PCX 160 terlalu dekat ke tanah. Akibatnya, motor ini rawan terkena batu atau polisi tidur.

Banyak pengguna akhirnya memasang pelindung tambahan di bawah mesin untuk mencegah kerusakan.

Isu Karat dan Cat Beruntusan

Honda juga diterpa isu karat. Tangki PCX 160 disebut mudah berkarat meski jarang dipakai. Kualitas cat pun dipertanyakan.

Ada laporan cat beruntusan padahal motor hanya diselimuti dan jarang keluar rumah.

Rangka SFI yang cepat berkarat makin memperkuat kritik terhadap kualitas produksi.

Premium di Harga, Ribet di Perawatan

Dengan harga tembus Rp40 juta, ekspektasi terhadap PCX 160 tentu tinggi. Tapi kenyataannya, banyak pengguna merasa kecewa.

Dari desain yang kontroversial, fitur yang mubazir, hingga perawatan yang rumit, Honda dinilai perlu berbenah.

Editor : Yusron Hidayatullah
#pt astra honda motor #yamaha nmax #Honda PCX 160 #motor matic