Radarbangkalan.id – Fenomena masyarakat membeli motor baru secara kredit dibanding motor bekas tunai semakin marak.
Meski secara finansial sering dianggap tidak rasional, ada sejumlah alasan kuat mengapa tren ini terus terjadi.
Inilah 5 alasan mengapa kredit motor itu tetap dilakukan:
1. Simbol Status
Bagi banyak orang, motor baru bukan sekadar alat transportasi. Ia jadi simbol gengsi dan pengakuan sosial.
Ketika tetangga punya motor baru, muncul dorongan untuk ikut membeli agar tidak dianggap tertinggal.
2. Kepuasan Instan
Sensasi memiliki motor baru yang mengkilap, merasakan tarikan pertama di jalan, dan mendapat pengakuan sosial terasa lebih menarik dibanding manfaat jangka panjang seperti bebas hutang.
3. Rasa Percaya Diri Berlebihan
Banyak konsumen terlalu yakin dengan kemampuan finansialnya.
Mereka mengambil kredit dengan asumsi gaji akan selalu ada, tanpa mempertimbangkan risiko kehilangan pekerjaan atau pengeluaran tak terduga.
4. Tekanan Sosial Lingkungan
Di lingkungan tertentu, membeli motor baru secara kredit sudah dianggap hal yang wajar.
Efek domino membuat orang lain ikut-ikutan agar tidak dianggap kurang berhasil.
5. Skema Kredit yang Menggoda
Dealer dan perusahaan pembiayaan membuat kredit terasa sangat mudah dijangkau.
Uang muka rendah, persetujuan cepat, bahkan kadang membeli motor secara tunai justru dipersulit.