RadarBangkalan.id – Pesawat adalah mesin rekayasa yang memungkinkan manusia menaklukkan gravitasi dan melintasi jarak ribuan kilometer dalam hitungan jam.
Benda ini bekerja berdasarkan prinsip dasar aerodinamika, di mana bentuk sayap yang melengkung menciptakan perbedaan tekanan udara.
Sejarah pesawat adalah kisah panjang tentang obsesi manusia untuk terbang, yang puncaknya dimulai melalui eksperimen selama berabad-abad sebelum akhirnya menemukan titik terang di awal abad ke-20.
Baca Juga: Kitolod: Antara Khasiat Tradisional dan Risiko Medis yang Tersembunyi
Upaya manusia untuk terbang awalnya terinspirasi dari pengamatan terhadap burung. Kemudian melahirkan berbagai rancangan "mesin terbang" hipotetis, termasuk sketsa terkenal dari Leonardo da Vinci pada masa Renaisans.
Namun, lompatan besar baru terjadi pada abad ke-19 melalui penelitian mendalam tentang aerodinamika oleh tokoh seperti George Cayley. Beliau dikenal sebagai Bapak Penerbangan.
Ia adalah orang pertama yang memahami bahwa kunci terbang bukanlah mengepakkan sayap seperti burung, melainkan hasil dari gaya angkat melalui sayap tetap, yang kemudian dikembangkan lebih lanjut melalui uji coba layang gantung dan pesawat luncur oleh perintis seperti Otto Lilienthal.
Adapun uji coba terbang lainnya yang dilakukan oleh ilmuwan muslim yang bernama Abbas Ibn Firnas, di Cordoba, Spanyol.
Baca Juga: Kaldu Kokot: Hidangan Berkuah Khas Madura dengan Cita Rasa Autentik
Beliau melakukan banyak eksperimen seperti melompat dari menara masjid Cordoba dengan menggunaka kanvas sebagai sayapnya, namun uji coba itu gagal dan menyebabkan tulangnya patah.
Berselang beberapa waktu, Abbas mencoba membuat pesawat layang menggunakan kayu dan kajn surta, serta beberapa bulu burung. Kemudian, mencoba terbang dari bukit, dan berhasil terbang selama kurang lebih 10 menit lamanya.
Titik balik sejarah yang sesungguhnya terjadi pada 17 Desember 1903, ketika Wright bersaudara, Orville dan Wilbur berhasil melakukan penerbangan bertenaga, terkendali, dan berkelanjutan pertama dengan pesawat Wright Flyer di Kitty Hawk, Amerika Serikat.
Penemuan ini memicu revolusi transportasi yang sangat cepat, terutama didorong oleh kebutuhan mendesak selama Perang Dunia I dan II.
Baca Juga: Tanaman yang Cocok Dibudidayakan di Lahan Madura
Yang mana memaksa perkembangan teknologi mesin, struktur rangka, dan navigasi pesawat melompat jauh ke depan.
Dari pesawat kayu sederhana, teknologi berkembang pesat menjadi jet komersial yang kita kenal sekarang. Memperpendek jarak geografis dan mengubah dunia yang sangat luas, menjadi lebih terhubung dalam waktu yang singkat. (Athiya Hanin)
Editor : Ina Herdiyana