RadarBangkalan.id - Hari Rabu (17/1) menjadi saksi dari guncangan ekonomi serius di Indonesia, di mana harga emas Antam, produk logam mulia dari PT Aneka Tambang Tbk, terjun bebas dengan penurunan mencolok sebesar Rp 13.000 per gram, mendaratkan harga pada angka mengejutkan, yakni Rp 1.121.000 per gram.
Kejatuhan tajam ini mencatat selisih yang signifikan dari harga sebelumnya, yang berada di Rp 1.034.000 per gram pada Selasa (16/1).
Dampak negatif tidak hanya dirasakan oleh pemegang emas Antam, tetapi juga melibatkan nilai buyback emas yang merosot sebesar Rp 12.000 menjadi Rp 1.022.000 per gram dari harga sebelumnya.
Meskipun Antam menegaskan bahwa harga buyback emas mengikuti dinamika harga emas global, kekhawatiran masyarakat terus merambat.
Mengacu pada laporan Reuters, harga emas global mengalami penurunan lebih dari 1 persen pada Selasa atau Rabu (17/1) pagi waktu Indonesia.
Penurunan ini dipicu oleh penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil Treasury AS setelah pernyataan hawkish dari Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengenai potensi penurunan suku bunga tahun ini.
Trend penurunan harga emas juga terjadi di pasar spot, turun sebesar 1,3 persen menjadi USD 2.027,26 per ounce pada pukul 14:36 ET (1936 GMT), setelah sempat mengalami kenaikan selama tiga sesi sebelumnya. Emas berjangka AS juga ditutup lebih rendah sebesar 1 persen pada USD 2030,2.
Kenaikan indeks dolar hampir mencapai 1 persen, mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu bulan, menjadikan emas batangan kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Kondisi ini semakin diperparah dengan kenaikan imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun AS.
Para analis meramalkan bahwa Bank Sentral The Fed akan mempertahankan suku bunga kebijakannya pada tingkat stabil pada pertemuan 30-31 Januari mendatang.
Namun, di sisi lain, pedagang melihat kemungkinan sebesar 67 persen terjadinya penurunan suku bunga pada bulan Maret.
Dengan keyakinan bahwa suku bunga yang lebih rendah dapat melemahkan dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury AS, pemegang emas berharap untuk meraih keuntungan lebih besar.
Harapan ini didasarkan pada potensi penurunan opportunity cost, membuat investasi emas menjadi lebih menguntungkan dalam kondisi ekonomi yang sulit.
Tidak hanya pasar keuangan yang terpukul, tetapi resahnya masyarakat semakin menciptakan ketidakpastian terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Gelombang kekhawatiran merayap melanda berbagai lapisan masyarakat, mengungkap betapa rentannya stabilitas ekonomi kita saat ini.
Sementara itu, harga emas Antam di Butik Emas LM, Graha Dipta, Pulo Gadung, Jakarta Timur, juga merosot pada tanggal 17 Januari 2024. Berikut adalah rincian harga emas Antam dari 0,5-1.000 gram:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 610.500
- Harga emas 1 gram: Rp 1.121.000
- Harga emas 5 gram: Rp 5.380.000
- Harga emas 10 gram: Rp 10.705.000
- Harga emas 25 gram: Rp 26.637.000
- Harga emas 50 gram: Rp 53.195.000
- Harga emas 100 gram: Rp 106.312.000
- Harga emas 250 gram: Rp 265.515.000
- Harga emas 500 gram: Rp 530.820.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 1.061.600.000
Gelombang ketidakpastian yang diakibatkan oleh terjeratnya harga emas Antam dalam krisis global semakin mengguncang daya beli masyarakat, menambah dimensi krisis ekonomi yang semakin kompleks.***
Editor : Raditya Mubdi