Radarbangkalan.id - Pada 20 Agustus 2024, game soulslike dari developer Science Game yang berjudul Black Myth Wukong resmi dirilis.
Game ini mengusung tema yang terinspirasi dari cerita legendaris Journey to the West dengan berbagai elemen gameplay menarik yang memikat para gamer di seluruh dunia.
Belakangan ini, komunitas gamer dikejutkan oleh kabar bahwa developer Black Myth Wukong melarang konten kreator untuk menyisipkan propaganda dalam konten mereka saat memainkan game ini.
Informasi ini ramai diperbincangkan, khususnya di kalangan konten kreator yang telah mendapatkan akses gratis Steam Key dari tim pemasaran Science Game.
Bagi para konten kreator yang beruntung mendapatkan akses gratis ke Black Myth Wukong, Science Game memberikan sejumlah pedoman ketat tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam pembuatan konten.
Larangan tersebut bertujuan untuk menjaga integritas game dan memastikan bahwa konten yang dibuat tetap relevan dengan visi game tersebut.
Larangan yang Diberlakukan:
- Tidak Boleh Mengejek atau Menghina: Konten kreator dilarang keras mengejek atau menghina influencer atau pemain lain saat membuat konten.
- Penggunaan Bahasa Offensive: Menggunakan bahasa kasar atau candaan yang bersifat ofensif juga tidak diperbolehkan.
- Larangan Konten Negatif: Konten yang mengandung unsur politik, kekerasan, ketelanjangan, propaganda feminisme, fetisisasi, atau elemen negatif lainnya dilarang.
- Kata-Kata Pemicu: Konten kreator tidak boleh menggunakan kata-kata seperti "karantina", "isolasi", atau "COVID-19".
- Topik Industri Video Game di China: Pembahasan terkait kebijakan, opini, atau berita yang berhubungan dengan industri video game di China juga dilarang.
Baca Juga: Profil Lengkap Shakira Amirah, Mahasiswi UI, Jadi Juara Musim Pertama Clash Of Champions
Di sisi lain, Science Game berharap konten kreator fokus pada pengalaman menikmati game Black Myth Wukong itu sendiri.
Mereka ingin para kreator benar-benar merasakan dan menyampaikan keseruan yang ditawarkan game ini tanpa embel-embel propaganda atau agenda lainnya. ***