Radarbangkalan.id - Pesepakbola keturunan Indonesia, Radja Nainggolan, ditangkap oleh kepolisian Belgia pada Senin (27/01) terkait dugaan penyelundupan kokain dari Amerika Selatan ke Eropa melalui Pelabuhan Antwerp.
Penangkapan ini merupakan bagian dari penyelidikan yang dilakukan oleh detasemen khusus kepolisian Belgia yang berfokus pada kejahatan terorganisir.
Baca Juga: Timnas Suriah U-20 Buktikan Diri Masih Terlalu Kuat untuk Indonesia U-20
Kronologi Penangkapan Radja Nainggolan
Radja Nainggolan ditangkap setelah aparat melakukan penggerebekan di apartemennya di Kota Antwerp dan menderek mobil Smart Brabus miliknya.
Pada waktu yang sama, kepolisian juga merazia 30 rumah di Antwerp dan Brussels. Dalam penggerebekan itu,
pihak berwajib menyita barang bukti berupa uang tunai senilai €370.430 (sekitar Rp6,3 miliar), arloji mewah, koin emas, rompi antipeluru, senjata api, dan 2,7 kilogram kokain, serta 14 kendaraan.
Radja adalah salah satu dari 16 orang yang ditangkap dalam operasi ini. "Penyelidikan ini terkait dengan dugaan impor kokain dari Amerika Selatan ke Eropa melalui pelabuhan Antwerp, serta pendistribusiannya di Belgia," ujar juru bicara Kejaksaan Brussels, Marin François.
Tanggapan Pengacara Radja
Pengacara Radja Nainggolan, Omar Souidi, menyatakan bahwa kliennya telah menjawab semua pertanyaan dan bersikap kooperatif dengan penyelidikan kepolisian.
"Dia membantah keterlibatan apapun dalam kasus ini. Dia adalah pesepakbola, bukan pelaku tindak kriminal," kata Souidi.
Baca Juga: Timnas Suriah U-20 Buktikan Diri Masih Terlalu Kuat untuk Indonesia U-20
Sebelumnya, nama Radja sempat terseret dalam kasus penyelundupan kokain setelah terungkap bahwa salah satu mitra bisnisnya di bidang penyewaan pesawat jet pribadi divonis bersalah menyelundupkan narkoba untuk kelompok Hizbullah.
Namun, hingga saat ini, tidak ada indikasi bahwa perusahaan penyewaan pesawat tersebut terkait dalam kasus yang menimpa Radja saat ini.
Absen dari Dunia Sepak Bola
Radja Nainggolan sebelumnya absen dari dunia sepak bola setelah bermain untuk Bhayangkara FC di Liga 1 Indonesia pada musim 2023/2024.
Ia hanya tampil dalam 10 pertandingan bersama Bhayangkara FC sebelum meninggalkan klub tersebut pada pertengahan 2024.
Baca Juga: Pelaku Mutilasi Perempuan dalam Koper di Ngawi Berhasil Ditangkap Polisi
Kemudian, Radja kembali ke Belgia untuk bergabung dengan klub kasta kedua Liga Belgia, Lokeren-Temse.
Pada 24 Januari 2025, Radja tampil sebagai pemain pengganti dalam pertandingan melawan Lierse, mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-70.
Namun, enam hari setelah pertandingan tersebut, Radja ditangkap dan absen dari latihan pagi di klubnya.
Karier Sepak Bola Radja Nainggolan
Radja Nainggolan, yang lahir di Antwerp pada 4 Mei 1988, memiliki karier panjang di Italia dengan klub-klub seperti Piacenza, Cagliari, AS Roma, Inter Milan, dan SPAL.
Ia juga pernah membela tim nasional Belgia sebanyak 30 kali antara 2009 hingga 2018.
Editor : Ubaidillah