Radarbangkalan.id - Radja Nainggolan, pemain sepak bola keturunan Indonesia yang kini bermain untuk Lokeren-Temse, ditangkap oleh polisi federal Belgia (FGP) pada Senin (27/1).
Penangkapan ini terkait dugaan keterlibatannya dalam penyelundupan kokain dari Amerika Selatan ke Belgia melalui Pelabuhan Antwerp.
Radja ditangkap berdasarkan data dari departemen kejahatan terorganisir kantor kejaksaan umum Brussels.
Dalam operasi tersebut, polisi menggerebek sekitar 30 rumah, termasuk kediaman Radja, dan menyita mobilnya sebagai bagian dari penyelidikan.
Meski demikian, pihak kepolisian belum memberikan komentar lebih lanjut, mengingat penyelidikan masih berlangsung dan Radja tetap dianggap tidak bersalah sampai terbukti sebaliknya.
Pengacara Bantah Keterlibatan
Pengacara Radja, Omar Souidi, membantah tuduhan keterlibatan kliennya dalam kasus ini dan menyatakan bahwa Radja sepenuhnya kooperatif selama proses investigasi.
“Kita sekarang harus menunggu dan melihat apakah klien saya akan dibawa ke hadapan hakim investigasi.
Tuduhan terkait narkoba bukanlah yang pertama bagi Radja Nainggolan. Pada akhir 2024, artis Belgia Barbara Sarafian pernah menyebut Radja terlibat dalam kasus narkoba saat tampil di acara televisi De Slimste Mens ter Wereld.
Pernyataan itu membuat Radja murka, hingga Sarafian akhirnya meminta maaf secara publik.
Dampak Penangkapan
Penangkapan ini berdampak pada absennya Radja dari sesi latihan Lokeren-Temse. Pemain berusia 36 tahun itu juga dipastikan tidak akan tampil dalam pertandingan melawan KAS Eupen pada Rabu (29/1) dini hari WIB.
Pertandingan ini sebenarnya merupakan laga tunda pekan ke-17 yang sebelumnya dijadwalkan ulang karena cuaca buruk.
Baca Juga: Pelaku Mutilasi Perempuan dalam Koper di Ngawi Berhasil Ditangkap Polisi
Shayne Pattynama, bek Timnas Indonesia yang bermain untuk KAS Eupen, juga dipastikan absen dalam laga tersebut akibat kartu merah yang diterimanya di pertandingan sebelumnya.
Editor : Ubaidillah