News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Parfum: Seni Aroma yang Membentuk Identitas

Ina Herdiyana • Minggu, 3 Agustus 2025 | 07:26 WIB
Ilustrasi parfum dengan aroma bunga.
Ilustrasi parfum dengan aroma bunga.

PARFUM bukan sekadar soal aroma. Sejak ribuan tahun lalu, parfum telah menjadi bagian penting dari peradaban manusia—mulai dari ritual keagamaan, simbol status sosial, hingga bagian dari gaya hidup modern.

Dari Mesir Kuno hingga era digital, parfum terus berkembang dalam bentuk, fungsi, dan makna.

Secara sederhana, parfum adalah campuran minyak esensial, alkohol, dan air yang digunakan untuk memberikan aroma harum pada tubuh, pakaian, atau ruangan.

Parfum dibuat dari bahan-bahan alami seperti bunga, buah, kayu, dan rempah, maupun dari senyawa sintetis yang dirancang di laboratorium.

Parfum dikategorikan berdasarkan konsentrasi minyak aromatiknya:

Penggunaan parfum sudah dikenal sejak 4.000 tahun yang lalu. Bangsa Mesir menggunakan minyak wangi dalam ritual spiritual dan sebagai simbol kekuasaan.

Bangsa Romawi dan Yunani mengembangkan parfum sebagai pelengkap gaya hidup.

Sementara pada abad pertengahan, parfum menyebar ke Eropa lewat peradaban Islam yang maju dalam ilmu kimia dan destilasi.

Pada abad ke-18, parfum mulai diproduksi secara massal di Prancis, yang hingga kini dikenal sebagai pusat industri parfum dunia.

 Baca Juga: PGN Genjot Konversi BBM ke BBG, Efisien, Ramah Lingkungan, dan Tekan Biaya Pengemudi

Ada beberapa fungsi parfum, antara lain:

Cara Menggunakan Parfum dengan Benar

Tren Parfum Saat Ini

Belakangan ini, tren parfum mengarah pada:

 - Aroma unisex: parfum yang tidak terbatas untuk pria atau wanita.

 - Parfum lokal: semakin banyak merek lokal yang menghadirkan aroma khas Nusantara.

- Clean beauty: parfum tanpa alkohol atau bahan kimia berbahaya, ramah lingkungan dan kulit sensitif.

 

Editor : Ina Herdiyana
#identitas #aroma #seni #parfum