DI sudut-suduh kota, kini mudah ditemui pedagang kopi keliling atau yang akrab disebut Starling, singkatan dari Starbucks keliling.
Kehadirannya kini menjadi fenomena baru di kalangan anak muda yang ingin menikmati kopi nikmat tanpa harus ke kafe.
Harga untuk segelas kopi Starling dibanderol mulai harga Rp 8.000 hingga Rp 10.000 ribu saja.
Dengan modal sederhana dari sepeda atau gerobak kecil, penjual Starling menawarkan berbagai varian rasa, mulai dari kopi hitam, kopi susu, hingga varian kekinian yang digemari anak muda seperti hazelnut, vanilla latte, dan matcha.
Tak hanya soal harga, konsep kopi keliling juga menawarkan kepraktisan. Para penjual hanya berpindah tempat, menyesuaikan keramaian.
Biasanya, mereka mangkal di area ramai seperti halnya di Bangkalan banyak ditemui Starling di sudut alun-alun kota dan sekitar kampus.
Fenomena Starling kini menjadi simbol gaya hidup baru generasi muda untuk ngopi murah, cepat, kekinian.
Selain jadi pilihan praktis, Starling juga membuka peluang ekonomi kreatif baru bagi masyarakat. Banyak yang memulainya karena modalnya yang kecil, namun potensi pasarnya besar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa budaya ngopi di Indonesia terus beradaptasi. Dari warung kopi tradisional hingga kedai modern, yang hadir dalam bentuk fleksibel dan dekat dengan masyarakat. (Elsa)
Editor : Ina Herdiyana