DI Tengah maraknya tren fashion modern, busana adat Madura tetap menjadi ikon yang tak tergantikan.
Salah satunya adalah busana Sakera dan Marlena, dua pakaian tradisional yang sarat makna dan menggambarkan jati diri masyarakat Pulau Garam.
Busana Sakera, dengan ciri khas belang merah putih, celana hitam longgar, serta ikat kepala merah, menjadi lambang keberanian, kegigihan, dan harga diri orang Madura.
Nama ”Sakera” terinspirasi dari tokoh legendaris Madura, Pangeran Sakera, yang dikenal berani menegakkan keadilan dan melawan penjajahan.
Sementara itu, busana Marlena hadir sebagai simbol keanggunan dan keteguhan perempuan Madura.
Dengan kebaya berwarna merah, kain batik khas Madura yang kaya motif, serta sanggul rapi di rambut, perempuan yang menggenakan busana Marlena tampil menawan tanpa kehilangan jati diri tradisionalnya.
Kini kedua busana ini tak hanya digunakan dalam acara adat seperti pernikahan, karnaval, atau festival budaya, tetapi juga mulai tampil di panggung fashion modern.
Banyak desainer muda Madura yang melakukan inovasi tanpa menghilangkan nilai filosofi di baliknya.
Meski zaman terus berubah, semangat dan makna di balik busana Sakera dan Marlena tetap hidup di hati masyarakat Madura.
Dari desa hingga kota, pakaian ini enjadi simbol kebanggaan yang diwariskan lintas generasi gagah Sakera dan anggun dalam Marlena. (Elsa)
Editor : Ina Herdiyana