Radarbangkalan.id - Inisiatif kemanusiaan yang digalang oleh pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi, untuk korban banjir bandang di Sumatera mendapat respons luar biasa dari publik.
Hanya dalam kurun waktu 24 jam, penggalangan dana tersebut berhasil mengumpulkan total Rp10.374.064.800.
Baca Juga: Jonatan Christie Buka Donasi untuk Korban Banjir Sumatra, Terkumpul Hampir Rp100 Juta
Ferry mengumumkan penutupan donasi melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (2/12/2025).
Dana yang terkumpul lebih dari Rp10,3 miliar tersebut berasal dari 87.605 donatur yang berdonasi melalui platform Kitabisa.
"Selama 24 jam kita berhasil mengumpulkan 10,3 miliar rupiah donasi untuk korban bencana di pulau Sumatra," ungkap Ferry.
Dalam unggahannya, ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada puluhan ribu orang yang telah menyisihkan rezekinya.
Ferry menegaskan bahwa seluruh bantuan akan segera disalurkan ke berbagai daerah terdampak, terutama wilayah yang terpencil dan terisolasi.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Tes Seleksi Petugas Haji 2026 (PPIH 1447 H): CAT, Wawancara, hingga Tes Kesehatan
"Semua bentuk bantuan sangat berarti, sekali lagi terima kasih," tambahnya.
Aksi solidaritas yang dipimpin oleh Ferry Irwandi ini merupakan respons cepat atas bencana banjir dan longsor besar yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas dan menyulitkan akses bantuan bagi warga yang terdampak.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (1/12) malam, jumlah korban jiwa mencapai 604 orang. Rinciannya adalah:
-
151 korban di Aceh
-
165 korban di Sumatera Barat
-
283 korban di Sumatera Utara
Selain itu, tercatat 464 orang dilaporkan hilang, dan lebih dari 570 ribu warga terpaksa mengungsi akibat bencana dahsyat tersebut.
Baca Juga: Banjir Aceh Timur 2 Meter Lebih, Warga Terjebak Tanpa Akses dan Mulai Kelaparan
Aksi penggalangan dana Ferry Irwandi ini diharapkan mempercepat penyaluran bantuan logistik, medis, dan kebutuhan pokok bagi warga yang tengah berjuang bertahan di tengah kondisi darurat.
Editor : Ubaidillah