Radarbangkalan.id - Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Indonesia. Aktor senior Epy Kusnandar berpulang pada Rabu (3/12/2025) pukul 14.24 WIB.
Informasi mengenai meninggalnya sang aktor disampaikan oleh istrinya yang juga bertindak sebagai manajer, Karina Ranau, melalui akun Instagram @karinaranau9.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, telah berpulang ke Rahmatullah Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa," kata Karina.
Baca Juga: Pengakuan Anak Epy Kusnandar: Kondisi Sang Ayah Sebelum Meninggal dan Penjelasan Dokter
Epy meninggalkan seorang istri dan tiga anak: Damar Rizal, Qodrat Pratama Putra, serta Quentina Qepy Kusnandar.
Kepergian aktor yang begitu dikenal lewat karakter Kang Mus di serial Preman Pensiun ini membawa duka yang mendalam bagi keluarga, rekan sesama aktor, hingga masyarakat luas yang mencintai karya-karyanya.
Perjalanan Karier Lebih dari Dua Dekade
Lahir di Garut, Jawa Barat, pada 1 Mei 1964, Epy menghabiskan lebih dari 25 tahun berkarya di dunia seni peran.
Ia memulai perjalanan seni dari panggung teater sejak masa SMA dan kemudian melanjutkan pendalaman akting di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang memperkokoh fondasi kariernya.
Karier profesionalnya dimulai pada 1996 melalui sinetron 1 Kakak 7 Ponakan. Sejak saat itu, ia tampil dalam berbagai produksi televisi, film, hingga FTV. Keunikannya dalam membawakan karakter membuatnya dikenal sebagai aktor dengan ciri khas kuat.
Baca Juga: Pengakuan Anak Epy Kusnandar: Kondisi Sang Ayah Sebelum Meninggal dan Penjelasan Dokter
Beberapa karya populer yang pernah ia bintangi antara lain Preman Pensiun, The Raid 2, Get Married 2, Sherina, Suami-Suami Takut Istri, Amanah Wali, Rumah Kentang, Superman Reborn, Qarin 2, serta banyak judul lainnya.
Pada Festival Film Indonesia 2012, ia meraih penghargaan Pemeran Pendukung Pria FTV Terbaik, mempertegas posisinya sebagai aktor yang dihormati.
Tak hanya berakting, Epy juga menekuni dunia tarik suara dan sempat merilis lagu seperti Bukan Manusia Baja (2010) dan Cinta yang Terluka (2013).
Dalam beberapa tahun terakhir, Epy bersama Karina merintis usaha kuliner Jukut Goreng Samali. Di media sosial, ia kerap berbagi momen kebersamaan dengan para karyawan, memperlihatkan sisi hangat dan humoris yang begitu disenangi penggemarnya.
Baca Juga: Pengakuan Anak Epy Kusnandar: Kondisi Sang Ayah Sebelum Meninggal dan Penjelasan Dokter
Perjuangan Melawan Tumor Otak dan Keajaiban Hidup
Di balik karier gemilangnya, Epy pernah menghadapi masa kritis terkait kesehatan. Pada 2010, dokter mendiagnosis dirinya mengidap tumor otak berbahaya dan memperkirakan usia hidupnya hanya tinggal beberapa bulan.
Karina pernah menuturkan bahwa sebelum divonis, Epy mengalami muntah-muntah, demam, serta sempat tidak sadarkan diri saat mengemudi. Pemeriksaan CT scan kemudian menunjukkan adanya tumor.
Baca Juga: Viral Dugaan Pungli Starlink di Aceh, Padahal Layanan Internet untuk Korban Banjir Gratis
Alih-alih memilih operasi, Epy dan istrinya memutuskan jalur pengobatan alternatif, termasuk konsumsi herbal seperti akar sidaguri dan sarang semut.
Perlahan kondisinya membaik, dan ia dapat kembali aktif berkarya selama lebih dari satu dekade setelah divonis tersebut.
"Alhamdulillah. Sembuhnya itu menenangkan diri, jangan mikir macam-macam," ujarnya dalam sebuah wawancara ikuti detikcom.
Setelah pulih, Epy selalu menyadari bahwa hidupnya adalah anugerah tambahan. Ia kerap menilai setiap ulang tahun sebagai kesempatan baru dari Tuhan.
"Dari usia 52 sampai sekarang 61, saya selalu bersyukur. Setiap tahun saya pikir, 'Apakah saya masih diberi umur?'," ujarnya.
Dalam kesempatan lain, ia pernah menyebut bahwa usia 61 merupakan usia ketika ia merasa “harus pergi,” sebuah pernyataan yang kala itu membuat pembawa acara Irfan Hakim meminta Epy untuk tidak berkata demikian. Kini, ungkapan itu terasa seperti sinyal halus dari perjalanan hidupnya.
Baca Juga: Viral Dugaan Pungli Starlink di Aceh, Padahal Layanan Internet untuk Korban Banjir Gratis
Jejak Karya dan Warisan Seorang Aktor Besar
Epy Kusnandar bukan hanya Kang Mus yang keras di luar namun lembut di dalam. Ia merupakan sosok pekerja seni yang gigih, rendah hati, dan dicintai masyarakat.
Selama bertahun-tahun, karakter-karakter yang ia hidupkan memberikan tawa, pelajaran, serta kenangan bagi penonton.
Selamat jalan, Epy Kusnandar. Terima kasih atas dedikasi, karya, dan jejakmu di dunia seni peran Indonesia.
Editor : Ubaidillah