News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Donasi Konser Valen DA7 Kontras, Pamekasan Tembus Rp1,1 Miliar Sumenep Rp71 Juta

Ubaidillah • Minggu, 4 Januari 2026 | 07:47 WIB
Suasana konser amal Valen–Mila DA7 di Sumenep yang berlangsung meriah.
Suasana konser amal Valen–Mila DA7 di Sumenep yang berlangsung meriah.

RadarBangkalan.id - Hasil donasi konser amal kemanusiaan yang menghadirkan Valen DA7 memunculkan kontras mencolok antara dua kabupaten bertetangga di Madura.

Pamekasan berhasil mencatatkan donasi fantastis hingga Rp1,112 miliar, sementara konser serupa di Sumenep hanya mampu mengumpulkan dana sekitar Rp71 juta.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap! Purbaya Buka-Bukaan Soal Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026

Perbandingan capaian donasi tersebut ramai diperbincangkan publik dan memantik beragam penilaian terkait partisipasi sosial serta dukungan elite lokal di masing-masing daerah.

Di Pamekasan, konser amal yang digelar pada Kamis (1/1/2026) dan difasilitasi oleh H. Her menjadi magnet solidaritas lintas kalangan.

Pejabat daerah, pengusaha, komunitas, hingga masyarakat umum bersatu menyumbangkan dana kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera. H. Her tercatat sebagai donatur terbesar dengan sumbangan pribadi mencapai Rp500 juta.

Sejumlah donatur besar lainnya turut berkontribusi signifikan. H. Yaqub dan Owner Nesma masing-masing menyumbang Rp100 juta, Bunji Owner Arta LDT Rp88 juta, serta Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan yang masing-masing menyumbang Rp25 juta.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Sambut Tahun Baru 2026, dari Horor hingga Romantis

Dukungan media relations dari BM Group juga dinilai berperan penting dalam menguatkan penggalangan dana hingga menembus angka miliaran rupiah.

Sebaliknya, konser amal Valen–Mila DA7 di Sumenep yang diinisiasi Radiesta Production dan penyaluran donasinya melalui Baznas Sumenep hanya berhasil menghimpun dana sekitar Rp71 juta.

Meski panitia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas partisipasi masyarakat, capaian tersebut dinilai jauh dari ekspektasi jika dibandingkan dengan hasil di Pamekasan.

Perbedaan hasil donasi yang bak “langit dan bumi” pada Jumat, 2/1/2026, malam ini memunculkan berbagai pertanyaan di tengah publik.

Baca Juga: Heboh! Valen Pangeran Dangdut Pulang Kampung, Warga Jatim Tumpah Ruah Menyambut

“Mengapa semangat filantropi di dua daerah dengan kultur sosial yang relatif serumpun bisa terpaut begitu jauh? Minimnya keterlibatan donatur besar, terbatasnya dukungan lintas sektor, serta absennya figur penggerak utama tentu menjadi faktor pembeda,” ujar Rendi, pemerhati kebijakan publik.

Ia menilai panitia keliru dalam menentukan konsep acara. Menurutnya, jika sejak awal konser diniatkan untuk misi kemanusiaan, seharusnya dibuat berbayar agar hasil donasi yang dihimpun lebih maksimal.

Baca Juga: Apa Itu Super Flu? Dokter IDAI Jelaskan Fakta Sebenarnya

“Kalau memang disetting untuk kemanusiaan, harusnya berbayar dan hasilnya untuk kemanjaan. Masa konser semegah itu hanya mampu mengumpulkan Rp71 juta,” ujarnya.

Meski demikian, panitia menegaskan bahwa nilai kemanusiaan tidak semata diukur dari besaran angka. Setiap rupiah yang terkumpul tetap memiliki arti penting bagi para korban bencana.

Namun, perbandingan hasil donasi ini tak bisa diabaikan begitu saja. Konser amal tersebut akhirnya menjadi refleksi sosial tentang sejauh mana kepedulian, partisipasi, dan keberpihakan elite lokal dalam momentum kemanusiaan, sekaligus memperlihatkan kesenjangan partisipasi sosial antara Pamekasan dan Sumenep.

Baca Juga: Ramalan Shio Paling Beruntung 2026 di Tahun Kuda Api

Editor : Ubaidillah
#sumenep #kepedulian sosial #pamekasan #baznas sumenep #aceh sumatera #Valen DA7 #Konser Valen Madura #konser amal #Donasi Kemanusiaan