RadarBangkalan.id - Musisi Zulkifli atau Zul Zivilia masih menjalani masa hukuman akibat kasus narkoba. Di tengah keterbatasan ruang dan waktu, Zul mengucap syukur karena mendapat kesempatan bertemu sang istri, Retno Paradinah, dan anak-anaknya lebih lama di Lapas Narkotika Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga: Zul Zivilia Bersyukur Istri Tetap Setia Menanti Selama Jalani Vonis 18 Tahun
Momen haru itu terjadi saat Zul menghadiri acara perilisan single kolaborasinya bersama Putri Ajeng, mantan personel 7Icons.
Kesempatan tersebut menjadi ruang langka bagi Zul untuk melepas rindu yang selama ini tertahan oleh aturan jam besuk.
Selama menjalani masa tahanan, Zul mengakui pertemuan dengan keluarga selalu dibatasi waktu. Kondisi itu kerap menyisakan perasaan hampa, terutama ketika harus kembali berpisah dengan anak-anaknya.
Baca Juga: Layanan Data Telkomsel dan IndiHome Gangguan, Tim Teknis Dikerahkan Sejak Siang
“Yang jelas dia biasanya besukan, dan itu waktunya terbatas kalau datang. Dia tiba di sini paling jam 10.30, jam 11.30 sudah harus pulang.
Jadi terbatas, sama anak-anak juga kurang,” ujar Zul Zivilia di Lapas Gunung Sindur, belum lama ini.
Baca Juga: Viral WNI Jadi Tentara AS, TB Hasanuddin Tegaskan Gabung Militer Asing Langgar Undang-Undang
Zul bersyukur kegiatan perilisan lagu tersebut mendapat izin pihak lapas sehingga keluarga bisa mendampingi lebih lama.
Ia merasa kebersamaan itu menjadi penguat mental dalam menjalani hari-hari di balik jeruji besi.
“Karena terburu-buru waktu. Kalau sekarang kan Alhamdulillah ada kegiatan seperti ini dan diberikan izin oleh pihak Lapas sehingga bisa ikut dalam acara ini,” katanya.
Retno Paradinah Bangga Suami Tetap Berkarya di Penjara
Perasaan haru juga dirasakan Retno Paradinah. Ia mengaku bangga karena sang suami tetap aktif berkarya meski berada dalam keterbatasan.
“Alhamdulillah senang banget, apalagi ini momennya momen yang istimewa banget. Cuma sayangnya hujan, jadi agak kurang gimana, tapi Alhamdulillah berjalan dengan lancar,” tutur Retno.
Baca Juga: Potret Lamaran El Rumi dan Syifa Hadju, Romantis dan Dihadiri Dua Keluarga Besar
Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Zul langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk bermain dan bercengkerama dengan anak-anaknya. Baginya, pertemuan dengan keluarga menjadi hal paling berharga selama menjalani masa hukuman.
“Saya sebenarnya pengen setiap saat dibesuk, cuma kan Cibubur ke sini lumayan jauh. Biaya juga, anak-anak sekolah, karena waktu besukan pas jam sekolah, Senin sampai Kamis,” ungkapnya.
Baca Juga: Geger Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG di Sampang, Amure Desak Kasus Segera Diusut
Zul menyebut anak-anaknya terkadang hanya bisa datang dua hingga tiga bulan sekali. Kerinduan tersebut terus ia simpan sembari berharap masa hukumannya segera berakhir.
Tetap Santai soal Kecemburuan di Lapas
Selama berada di Lapas Gunung Sindur, Zul tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan dan berinteraksi dengan sesama warga binaan, termasuk narapidana perempuan dalam kegiatan tertentu.
Baca Juga: Viral Syifa WNI Jadi Tentara AS, Ini Gaji dan Statusnya di Army National Guard
Saat ditanya soal perasaannya, Retno menanggapi dengan santai dan mengaku sudah terbiasa. “Udah kebal saya,” katanya sambil tertawa.
Zul pun menimpali dengan nada ringan. “Dia tahu saya nggak ada perasaan. Mau ada juga susah, dia di Lapas sana. Kalau ada perasaan dia bakal cemburu pasti,” ujarnya.
Kisah Zul Zivilia menjadi potret kerinduan seorang ayah dan suami yang terpisah oleh kesalahan masa lalu. Di balik jeruji besi, cinta, harapan, dan doa keluarga tetap menjadi kekuatan utama dalam menanti hari kebebasan.
Baca Juga: Tertipu Rp30 Juta demi Masuk Batik Air, Khairun Nisa Berujung Jadi Pramugari Gadungan
Editor : Ubaidillah