News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Microsleep Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Artis Diva Mara di Tol Jagorawi

Ubaidillah • Minggu, 8 Februari 2026 | 22:19 WIB
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Tol Jagorawi arah Bogor Km 24, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/2/2026) sore.
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Tol Jagorawi arah Bogor Km 24, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/2/2026) sore.

RadarBangkalan.id - Microsleep menjadi salah satu risiko paling berbahaya saat berkendara jarak jauh, terutama di ruas jalan tol yang cenderung monoton.

Kondisi ini terjadi ketika pengemudi tertidur dalam waktu sangat singkat, hanya beberapa detik, namun cukup membuat kendaraan kehilangan kendali.

Baca Juga: Timnas U17 Indonesia Vs China, Uji Coba Perdana Jelang Piala Asia U17 2026

Kasus terbaru yang diduga berkaitan dengan microsleep terjadi di Tol Jagorawi arah Bogor, tepatnya di Km 24, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Sebuah sedan Honda City menabrak pembatas jalan hingga terbalik, kemudian tertabrak truk boks dari arah belakang. Akibat kejadian tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ares Rahman mengatakan kecelakaan diduga bermula saat pengemudi mengalami microsleep.

Baca Juga: Al Nassr Kalahkan Al Ittihad 2-0 Tanpa Ronaldo, Sadio Mané Jadi Pahlawan

"Pengemudi Honda City mengantuk (microsleep) sehingga kendaraan menabrak pembatas jalan dan terbalik dengan posisi keempat roda di atas," kata Ares, dikutip Kompas.com, Minggu (8/2/2026).

Training Director Real Driving Centre (RDC), Marcell Kurniawan, menjelaskan microsleep umumnya muncul akibat kelelahan dan pola berkendara yang monoton tanpa adanya antisipasi. Banyak pengemudi tidak menyadari bahwa kewaspadaan mereka menurun secara bertahap.

“Kebanyakan pengendara tidak berpikir panjang dan tidak melakukan antisipasi. Padahal, seharusnya pengemudi membangun kebiasaan untuk mengidentifikasi, mengantisipasi, dan menghindari setiap potensi bahaya,” ujar Marcell.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Februari 2026 Cair, Ini Jadwal dan Besaran Dana yang Diterima

Menurut Marcell, kondisi fisik dan mental pengemudi harus dijaga sejak sebelum perjalanan dimulai. Kurang tidur serta memaksakan diri mengemudi dalam keadaan lelah dapat menurunkan kemampuan merespons secara signifikan.

Ia menyarankan agar pengemudi menyiapkan pengemudi pengganti untuk perjalanan jauh, tidak memaksakan diri, tidur cukup sebelum berangkat, serta beristirahat minimal setiap dua jam selama perjalanan.

Baca Juga: Waspada Virus Nipah, Bandara Lombok Aktifkan Thermal Scanner dan Health Pass

Sementara itu, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menegaskan bahwa microsleep tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui tahapan kelelahan. Tanda-tanda awal biasanya muncul setelah beberapa jam mengemudi.

Baca Juga: Terungkap! Begini Awal Mula Arsip Jeffrey Epstein Bocor hingga Bikin Heboh

“Biasanya di tiga sampai empat jam pertama pengemudi mulai letih. Kalau diteruskan, masuk ke fase ngantuk berat. Di titik inilah microsleep terjadi,” ujar Sony.

Ia menjelaskan posisi duduk yang statis dalam waktu lama dapat mempercepat terjadinya microsleep karena otak kehilangan rangsangan dan kemampuan merespons secara optimal.

“Ada perbedaan antara mengantuk dan microsleep. Saat mengantuk, yang tidur mata. Tapi saat microsleep, yang tidur adalah otaknya,” ucap Sony.

Baca Juga: Jmail.world Jadi Jalan Pintas Akses Epstein Library, Ini Cara Menggunakannya

Untuk mencegah microsleep, pengemudi disarankan tidur enam hingga delapan jam sebelum perjalanan. Durasi mengemudi ideal dibatasi maksimal tiga jam sebelum berhenti untuk beristirahat.

Saat berada di rest area, pengemudi dianjurkan melakukan aktivitas ringan agar otot, saraf, dan otak kembali segar. Waktu istirahat minimal 15 menit, atau lebih lama jika kelelahan sudah terasa berat.

Baca Juga: Video Viral Wanita “Sok Imut” Diklaim Punya Versi 35 Menit, Warganet Ramai Cari Link

Jika rasa kantuk tidak tertahankan, tidur singkat selama 30 hingga 60 menit dinilai jauh lebih aman dibandingkan memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

Editor : Ubaidillah
#diva mara #kecelakaan akibat microsleep #kecelakaan diva mara #kecelakaan mobil #microsleep #Kecelakaan Artis